22 April 2026 - 21:18
Trump mengumumkan perpanjangan sepihak gencatan senjata dengan Iran

Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa gencatan senjata negaranya dengan Iran akan diperpanjang.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, secara sepihak mengumumkan bahwa ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran hingga Teheran mengajukan sebuah proposal dan perundingan berakhir.

Dalam sebuah unggahan di jejaring sosial Truth Social, Trump mengklaim bahwa keputusan itu diambil atas permintaan Pakistan untuk menunda serangan, agar para pemimpin dan perwakilan Iran dapat mencapai apa yang ia sebut sebagai sebuah proposal bersama.

Ia menambahkan: “Oleh karena itu, saya memerintahkan militer saya untuk melanjutkan blokade dan tetap berada di posisinya... dalam keadaan siaga dan siap bertindak. Karena itu, saya akan memperpanjang gencatan senjata hingga mereka menyampaikan proposal mereka dan negosiasi selesai, dalam bentuk apa pun.”

Perundingan Iran dan Amerika

Di Islamabad, ibu kota Pakistan, suasana penuh penantian menyelimuti kota itu, sementara semua pihak menunggu kedatangan delegasi Amerika dan Iran untuk memulai putaran kedua perundingan antara kedua negara; perundingan yang direncanakan berlangsung hanya beberapa jam sebelum tenggat gencatan senjata berakhir, dengan tujuan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran, melalui mediator Pakistan, telah memberitahu Amerika Serikat bahwa delegasi perundingannya tidak akan berangkat ke Islamabad pada hari Rabu.

Situs berita Axios juga, mengutip seorang sumber Amerika, melaporkan bahwa kunjungan J.D. Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat, ke Pakistan telah ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, kantor berita Reuters mengutip seorang pejabat Iran yang mengatakan bahwa upaya Pakistan untuk meyakinkan Amerika agar mencabut blokade maritim dan membebaskan kapal Iran beserta awaknya, hingga kini belum membuahkan hasil.

Pejabat Iran itu menambahkan bahwa Teheran tidak menerima negosiasi di bawah tekanan atau perundingan yang bertujuan memaksa Iran menyerah. Ia menegaskan bahwa Iran mungkin akan ikut serta dalam perundingan di Pakistan jika Amerika menghentikan kebijakan ancamannya.

Ia juga menambahkan bahwa Amerika Serikat setiap hari, bukannya menyelesaikan persoalan, justru menciptakan hambatan-hambatan baru.

Pada 28 Februari 2026 Amerika dan Israel memulai perang terhadap Iran yang menewaskan lebih dari tiga ribu orang. Kemudian pada 8 April 2026, Washington dan Teheran, dengan mediasi Pakistan, mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, dengan harapan dapat dicapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Pada 11 April 2026, Islamabad juga menjadi tuan rumah satu putaran perundingan antara Amerika dan Iran, namun pembicaraan itu berakhir tanpa mencapai kesepakatan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha