21 April 2026 - 21:11
Sayyid al-Houthi: Kita tidak boleh membiarkan Amerika dan Israel menguasai umat kita

Sekretaris Jenderal Gerakan Ansarullah Yaman menyampaikan pidato dalam rangka peringatan diumumkannya slogan “Teriakan di hadapan kaum arogan”.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — Sayyid Abdulmalik Badruddin al-Houthi, dalam pidatonya pada peringatan diumumkannya slogan “Teriakan di hadapan kaum arogan”, mengatakan: Untuk pertama kalinya, slogan teriakan di hadapan kaum arogan diumumkan dan diserukan oleh pemimpin serta pendiri revolusi kami, Syahid al-Qur’an, Sayyid Hussein Badruddin al-Houthi r.a. Teriakan di hadapan kaum arogan itu disampaikan dalam pidatonya di Madrasah Imam Hadi a.s. di kawasan Marran, Provinsi Sa’dah, pada 4 Dzulqa’dah 1422 H, bertepatan dengan 17 Januari 2002.

Ia menambahkan: Peringatan hari lahirnya teriakan ini adalah momentum penting sebagai tahap penyadaran dan menghidupkan kembali sikap Qurani yang agung ini, yaitu seruan kebenaran di hadapan thaghut dan kesombongan. Teriakan di hadapan kaum arogan memiliki nilai keimanan dan arti praktis yang sangat penting pada salah satu fase terpenting sejarah. Gempuran kekufuran dan thaghut kini mengusung kembali panji jahiliah, bahkan dengan sarana, alat, dan tujuan-tujuan setan yang melampaui para pendahulu mereka yang telah binasa sepanjang sejarah.

Al-Houthi menegaskan: Gempuran Yahudi-Zionis, Amerika, dan Israel terhadap umat Islam kita pada awal milenium ketiga telah memasuki tahap yang maju dan sangat berbahaya. Judul-judul seperti “mengubah Timur Tengah” dan dalih yang disebut “perang melawan terorisme”, serta berbagai judul lainnya, semuanya hanyalah slogan-slogan menipu dan dusta.

Ia menambahkan: Gempuran Amerika-Israel-Zionis terhadap kondisi umat Islam berlangsung bersamaan dengan makin cepatnya sebagian rezim, negara, dan para pemimpin menyatakan loyalitas dan ketundukan kepada musuh-musuh itu. Loyalitas, kepatuhan kepada musuh, dan bersekutu dengan mereka merupakan salah satu bentuk paling buruk dari kemurtadan dan kemunduran dari prinsip-prinsip besar Islam, nilai-nilai, dan akhlak mulianya.

Your Comment

You are replying to: .
captcha