12 April 2026 - 20:34
Kalangan tarekat di Indonesia menjadi tuan rumah peringatan hari ke-40 Imam Syahid

Upacara peringatan hari ke-40 kesyahidan Imam Syahid Ayatullah Sayid Ali Khamenei diselenggarakan oleh Jam’iyyah Ahl al-Thariqah al-Mu‘tabarah Indonesia dengan kehadiran luas para pengikut tarekat-tarekat sufi di Jakarta.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Jam’iyyah “Ahl al-Thariqah al-Mu‘tabarah Indonesia” bertepatan dengan hari ke-40 kesyahidan Imam Syahid Ayatullah Sayid Ali Khamenei, mengadakan majelis tahlil dan rawdhah di rumah-rumah di berbagai kota di negara itu. Acara-acara ini berlangsung dengan kehadiran luas para pengikut tarekat-tarekat sufi dan para pecinta ajaran-ajaran Islam dalam suasana spiritual dan penuh semangat.

Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia juga, atas undangan jam’iyyah tersebut, menghadiri salah satu program utama mereka di Jakarta dan dalam pidatonya menjelaskan kedudukan spiritual pemimpin syahid serta peran mendasar spiritualitas dalam pemikiran dan perjalanan hidup beliau.

Ia dalam pidatonya menyatakan: dimensi spiritual dari kepemimpinan sang pemimpin syahid merupakan salah satu unsur utama kepribadian beliau dan termasuk salah satu sumber inspirasi terpenting bagi gerakan Revolusi Islam sepanjang tahun-tahun ini.

Ia juga, dengan menyinggung langkah kedua revolusi, menegaskan: rakyat Iran, khususnya para pemuda, dengan bersandar pada spiritualitas, perlawanan, dan pembinaan diri, akan melanjutkan jalan yang telah digariskan oleh pemimpin syahid.

Berdasarkan perencanaan luas tarekat-tarekat sufi di Indonesia, acara-acara ini diselenggarakan secara terkoordinasi di banyak kota dalam bentuk rawdhah rumah dan majelis tahlil. Dalam acara-acara itu, para peserta dengan membacakan doa-doa memuliakan kenangan dan kedudukan Imam Syahid.

Perlu diketahui, “Jam’iyyah Ahl al-Thariqah al-Mu‘tabarah Indonesia” adalah sebuah organisasi sosial Islam independen yang menghimpun para pengikut tarekat-tarekat mu‘tabarah—yakni tarekat-tarekat yang sanad silsilahnya sampai kepada Nabi Muhammad saw.—dan bagian penting dari aktivitasnya berfokus pada program-program spiritual serta dakwah Islam.

Your Comment

You are replying to: .
captcha