6 Maret 2026 - 21:55
Status Siaga dan Jam Malam di Sejumlah Wilayah Pakistan Setelah Kesyahidan Imam Khamenei

Setelah kesyahidan Imam Khamenei, gelombang protes yang meluas di Pakistan mendorong pemerintah negara tersebut mengerahkan pasukan keamanan dalam jumlah besar serta memberlakukan pembatasan ketat di sejumlah kota.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA-  Sumber-sumber resmi pada hari Senin mengumumkan bahwa otoritas Pakistan mengerahkan pasukan keamanan dan menetapkan jam malam selama tiga hari di kota Gilgit dan Skardu di wilayah utara Pakistan. Langkah ini diambil setelah sejumlah orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam protes yang berubah menjadi kekerasan menyusul pembunuhan Ayatullah al-Udzma Khamenei dalam serangan Amerika dan Israel di Teheran.

Kepolisian wilayah Gilgit-Baltistan menyatakan bahwa dalam demonstrasi yang berlangsung pada hari Minggu setelah kabar kesyahidan Ayatullah al-Udzma Khamenei, sedikitnya 12 orang tewas dan 80 lainnya terluka.

Juru bicara pemerintah daerah Gilgit-Baltistan mengatakan situasi saat ini berada di bawah kendali, dan jam malam akan diberlakukan hingga hari Rabu. Komandan kepolisian juga meminta warga untuk tetap berada di rumah mengingat situasi keamanan yang memburuk.

Meluasnya Aksi Protes

Di kota pelabuhan Karachi, para demonstran pada hari Minggu menyerbu Konsulat Amerika Serikat, memecahkan kaca-kaca gedung dan mencoba membakar bangunan tersebut. Polisi kemudian merespons dengan menggunakan tongkat, gas air mata, dan tembakan, yang mengakibatkan 10 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka.

Di ibu kota Islamabad, satu orang juga dilaporkan tewas dalam bentrokan yang terjadi saat aksi long march menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sebagai dampak dari situasi keamanan yang memburuk, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Islamabad serta konsulatnya di Karachi dan Lahore menghentikan sementara layanan visa dan pelayanan warga negara. Pengamanan di sekitar fasilitas diplomatik Amerika di seluruh Pakistan, termasuk di sekitar konsulat Amerika di Peshawar, juga diperketat.

Dampak Ekonomi

Sementara itu, pasar saham Pakistan pada hari Senin mengalami penurunan tajam. Indeks KSE (Karachi Stock Exchange) turun sekitar 10 persen. Para analis menilai meningkatnya ketegangan geopolitik serta ketidakpastian situasi keamanan sebagai faktor utama di balik penurunan drastis tersebut.

Kerusuhan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan di perbatasan Pakistan–Afghanistan, di mana bentrokan antara kedua negara kembali memanas setelah terjadi saling serangan udara sejak pekan lalu.

Your Comment

You are replying to: .
captcha