4 Maret 2026 - 20:57
Pesan Belasungkawa Majelis Ahlulbait as Irak atas Kesyahidan Ayatullah Khamenei

Lembaga Internasional Ahlulbait as di Irak melalui sebuah pernyataan resmi menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Lembaga Internasional Ahlulbait di Irak dalam sebuah pernyataan resmi menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam.

Majelis tersebut dalam pernyataannya menegaskan bahwa kesyahidan yang menyakitkan ini merupakan kehilangan besar bagi umat Islam yang tulus; namun pada saat yang sama menjadi pembaruan janji untuk tetap teguh di jalan ini, berpegang pada garis perlawanan, serta terus berupaya menjaga identitas dan mempertahankan martabat.

Berikut teks lengkap pernyataan tersebut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“Di antara orang-orang mukmin ada laki-laki yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; di antara mereka ada yang telah menunaikan janjinya (dengan syahid), dan di antara mereka ada pula yang masih menunggu, dan mereka sama sekali tidak mengubah janjinya.”
(QS. Al-Ahzab: 23)

Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.

Dengan hati yang dipenuhi duka, mata yang basah oleh air mata, dan jiwa yang tunduk sepenuhnya pada ketetapan Ilahi, Lembaga Internasional Ahlulbait as di Irak menyampaikan belasungkawa atas kabar kesyahidan ulama rabbani, sayyid mujahid, dan pemimpin yang teguh, Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei kepada Imam Mahdi yang dinantikan (semoga Allah mempercepat kemunculannya), para marja agung, dan umat Islam yang tulus; sosok yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk menolong Islam, membela cita-cita kaum tertindas, dan berdiri teguh menghadapi kekuatan kesombongan global.

Tanpa diragukan, beliau merupakan simbol kesadaran, suara martabat, dan salah satu pilar keteguhan di masa kemunduran; sebuah benteng kokoh menghadapi proyek dominasi, normalisasi, dan penyerahan diri pada kehendak para tiran. Beliau tidak pernah berkompromi atas prinsip-prinsipnya, tidak pernah melemah dalam posisi kebenaran; bahkan menjadi sebuah madrasah kesabaran, ketajaman pandangan di tengah fitnah, dan keteguhan dalam menghadapi kesulitan.

Kesyahidan yang menyakitkan ini merupakan kehilangan besar bagi umat Islam yang tulus; namun sekaligus menjadi pembaruan janji untuk tetap teguh di jalan ini, berpegang pada garis perlawanan, serta terus berjuang menjaga identitas dan mempertahankan martabat. Darah para pemimpin tidak memadamkan perjuangan, melainkan menyalakannya lebih kuat; tidak melemahkan jalan, melainkan memudahkan jalan itu bagi para pejuang kemerdekaan.

Kami memohon kepada Allah Yang Maha Tinggi agar menghimpunkan beliau di derajat tertinggi bersama para syuhada dan orang-orang saleh, serta menganugerahkan kesabaran dan keteguhan kepada umat Islam yang tulus, serta mengganti rasa takut dengan keamanan dan mengganti kesedihan dengan tekad yang kuat.

“Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah langkah-langkah kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir.”
(QS. Al-Baqarah: 250)

Lembaga Internasional Ahlulbait Irak
11 Ramadan 1447 H
1 Maret 2026 M

Your Comment

You are replying to: .
captcha