25 Februari 2026 - 10:14
Source: ABNA
Akumulasi Militer AS yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Sekitar Iran / 150 Pesawat dan Dua Kapal Induk AS di Kawasan

Pengiriman besar-besaran pesawat militer AS ke kawasan dan penempatan dua kapal induk secara bersamaan merupakan sinyal meningkatnya kesiapan Washington untuk kemungkinan skenario terhadap Iran.

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait (ABNA) - Laporan, data pelacakan penerbangan, dan citra satelit menunjukkan pergerakan militer AS yang luas, termasuk pengiriman puluhan pesawat ke pangkalan-pangkalan di Eropa dan Timur Tengah. Sementara itu, media Israel mengumumkan 12 jet tempur F-22 telah mendarat di Israel.

Surat kabar "Washington Post", mengutip data pelacakan penerbangan dan citra satelit, melaporkan bahwa militer AS telah memindahkan lebih dari 150 pesawat ke pangkalan-pangkalan di Eropa dan Timur Tengah sejak akhir putaran kedua negosiasi nuklir dengan Iran. Surat kabar tersebut mencatat bahwa lebih dari setengah pesawat yang baru ditempatkan ini mendarat di pangkalan-pangkalan di Eropa.

Menurut surat kabar itu, sebagian besar pesawat ini adalah pesawat angkut dan pengisian bahan bakar. Dijelaskan juga bahwa jet tempur biasanya mematikan data lokasi mereka, sehingga lebih sulit dilacak kecuali terlihat dalam citra satelit. Berdasarkan data ini, kehadiran militer AS saat ini di kawasan tersebut merupakan yang terluas sejak sebelum invasi Irak tahun 2003.

Di sisi lain, koresponden surat kabar "Jerusalem Post" melaporkan bahwa 12 jet tempur F-22 AS mendarat di sebuah pangkalan udara di Israel; berita yang juga dilaporkan oleh Israel Broadcasting Corporation.

Kedatangan Gerald Ford di Kreta
AFP melaporkan kedatangan kapal induk "Gerald Ford", kapal induk terbesar di dunia, di pangkalan angkatan laut AS di pulau Kreta, Yunani, di Teluk Souda. Kapal ini akan bergabung dengan akumulasi militer besar AS di Timur Tengah, yang saat ini mencakup lebih dari 12 kapal angkatan laut, termasuk kapal induk "Abraham Lincoln" dan 9 kapal perusak.

Sementara Kementerian Pertahanan Yunani menolak berkomentar dan Kedutaan Besar AS di Athena tidak menanggapi permintaan klarifikasi, para pengamat menekankan bahwa kehadiran dua kapal induk AS secara bersamaan di kawasan itu adalah hal yang jarang terjadi; masing-masing kapal ini membawa puluhan jet tempur dan ribuan pelaut.

Opsi Militer Terbuka
"Washington Post", mengutip Dana Stroul, mantan asisten wakil menteri pertahanan AS untuk urusan Timur Tengah, menulis bahwa tingginya tingkat kemampuan militer ini berarti militer AS mampu melaksanakan keputusan apa pun yang diambil oleh presiden AS Donald Trump, mulai dari serangan terbatas pada target tertentu hingga kampanye militer berkelanjutan dengan intensitas tinggi.

Perkembangan ini terjadi ketika Trump kembali mengancam Teheran akan melakukan tindakan militer jika kesepakatan baru tentang program nuklirnya tidak tercapai.

Siaga Iran
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran telah memulai latihan militer di sepanjang pantai selatan negaranya; sebuah tindakan yang dianggap sebagai sinyal jelas dari status siaga mutual di kawasan.

Kantor berita Reuters juga melaporkan bahwa Iran hampir memfinalisasi kontrak pembelian rudal anti-kapal CM-302 dari China, meskipun kesepakatan akhir mengenai waktu pengiriman belum tercapai.

Rudal buatan China ini termasuk dalam senjata supersonik dan jangkauannya mencapai 290 kilometer. Rudal-rudal ini dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan laut canggih dan terbang dengan kecepatan sangat tinggi dan ketinggian sangat rendah; sebuah hal yang oleh para ahli dianggap sebagai ancaman langsung bagi angkatan laut AS di kawasan tersebut.

Your Comment

You are replying to: .
captcha