22 Februari 2026 - 22:47
Konsekuensi Tak Terbayangkan dari Perang AS terhadap Iran; dari Target Situs Militer AS dan Israel hingga Guncangan Ekonomi Dunia

Dampak perang semacam ini, jika benar-benar terjadi, akan sangat berat bagi perekonomian global, khususnya apabila pasokan minyak dunia melalui Selat Hormuz terganggu. Hal ini dapat memicu lonjakan harga minyak dan inflasi di sebagian besar ekonomi dunia yang belum sepenuhnya pulih dari dampak krisis global pandemi COVID-19.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  – ABNA – di tengah berlangsungnya negosiasi politik antara Iran dan Amerika Serikat, media Arab dan Barat ramai membahas kemungkinan terjadinya perang serta konsekuensinya. Hampir semua analis sepakat bahwa jika konfrontasi besar pecah, dampaknya akan sulit diprediksi dan tidak hanya mengguncang kawasan, tetapi juga ekonomi global.

Jamal Qassem, pakar ilmu politik dari Grand Valley State University, Amerika Serikat, dalam analisisnya menulis bahwa perang sering kali “dimulai dengan kata-kata”, merujuk pada ungkapan klasik Nasr bin Sayyar. Ia menilai pertukaran pernyataan keras antara Washington dan Teheran dapat menjadi indikasi meningkatnya risiko konfrontasi militer.

Meski demikian, ia menekankan bahwa peluang menghindari perang masih terbuka jika negosiasi nuklir diberi ruang nyata untuk meredakan ketegangan.

Amerika Serikat disebut telah meningkatkan kesiapan militernya untuk kemungkinan serangan udara terhadap target-target Iran. Di sisi lain, pemimpin Iran juga menegaskan kemampuan militernya, termasuk potensi menyerang kapal induk AS di kawasan. Iran bahkan melakukan manuver militer yang sempat menyebabkan penutupan sementara Selat Hormuz sebagai bagian dari latihan kesiapan tempur.

Qassem menilai keputusan akhir berada di tangan Presiden AS. Meski opsi serangan terbuka, memulai perang besar tanpa dukungan publik dan persetujuan Kongres akan menjadi langkah yang sangat kompleks secara politik.

Risiko Perang Besar

Meskipun baik AS maupun Iran tampaknya tidak menginginkan perang total, setiap serangan signifikan terhadap Iran berpotensi memicu respons lebih luas, termasuk kemungkinan penargetan situs militer AS atau Israel.

Serangan terhadap kapal induk AS, misalnya, dapat menjadi titik balik berbahaya yang menyeret kedua pihak ke dalam perang luas yang sulit dikendalikan. Dengan kompleksitas keamanan kawasan dan keterlibatan aktor regional lainnya, risiko eskalasi tak terkendali dinilai cukup tinggi.

Dampak Ekonomi Global

Jika Selat Hormuz—jalur vital ekspor minyak dunia—terganggu, harga energi akan melonjak tajam. Inflasi global bisa meningkat drastis dan memicu tekanan ekonomi luas, terutama bagi negara-negara yang masih berjuang memulihkan diri dari krisis pandemi.

Motif Politik dan Perhitungan Strategis

Qassem mempertanyakan apakah Presiden AS benar-benar menginginkan perang besar atau hanya meningkatkan tekanan untuk memperoleh konsesi politik besar terkait penghentian program nuklir Iran—tujuan yang gagal dicapai pemerintahan AS sebelumnya.

Sebagian besar aktor regional dan internasional, kecuali Israel, disebut tidak menginginkan perang total. Namun, kesalahan perhitungan atau keputusan yang tergesa-gesa dapat memicu konflik yang konsekuensinya akan ditanggung dunia.

Ia menutup analisanya dengan menyatakan bahwa skenario paling mungkin adalah serangan cepat dan terbatas, yang kemudian diikuti tawaran kembali ke meja perundingan dengan syarat-syarat Washington—sebuah strategi tekanan maksimum dengan risiko tinggi.

Your Comment

You are replying to: .
captcha