Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Dr. Ahmad Rasem al-Nafis, salah satu aktivis Syiah terkemuka di Mesir dan ketua At-Tahrir Asy-Syi‘i, dalam tulisan analitis dan kritisnya menilai perkembangan terbaru kawasan terkait Iran sebagai “perang terorganisasi melawan Syiah dan Iran” serta menafsirkannya dalam kerangka akidah dan sejarah.
Ia menggambarkan pihak yang berseberangan dengan Iran sebagai pihak yang di media berbicara tentang kebebasan berkeyakinan dan negara sipil tanpa diskriminasi ras, warna kulit, dan agama, namun menurutnya dalam kenyataan dipenuhi permusuhan terhadap Ahlulbait Nabi (as) dan para pengikutnya serta memiliki kecenderungan kuat melenyapkan eksistensi Syiah.
Al-Nafis menyatakan lebih dari satu dekade lalu kampanye ISIS terhadap Irak mengancam keberadaan Syiah namun gagal, dan meski demikian upaya memusnahkan Syiah terus berulang dengan metode berbeda. Ia menambahkan bahwa sebagian negara Arab Teluk menginginkan serangan langsung AS terhadap Republik Islam Iran dan menaruh harapan pada hal itu.
Dalam tulisannya ia mengutip ayat Al-Qur’an (QS. an-Nisa: 141–143) tentang kaum munafik, lalu menyebut konflik yang berlangsung sebagai perang agama melawan “Islam Muhammadi sejati”.
Menurutnya, pihak-pihak tersebut menyadari kemenangan Amerika tidak terjamin dan ketahanan Iran saja dapat mengubah keseimbangan kawasan, bahkan kegagalan AS akan berdampak pada runtuhnya sistem politik mereka.
Ia menutup dengan mengutip ayat Al-Qur’an (QS. al-Anbiya: 97–99) dan menegaskan momen ini sebagai titik penentuan sejarah.
Your Comment