19 Februari 2026 - 20:22
Manajer Program Pangan Dunia di Afghanistan: Dengan Berkurangnya Bantuan, Nyawa 4 Juta Anak Terancam

Manajer Program Pangan Dunia di Afghanistan memperingatkan bahwa berkurangnya bantuan kemanusiaan telah menciptakan kondisi yang menghancurkan dan menempatkan sekitar 4 juta anak Afghanistan dalam bahaya serius.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA-  John Ayliffe, Direktur Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan, dalam wawancara eksklusif dengan Associated Press menyatakan kekhawatiran besar terhadap krisis malnutrisi yang katastrofik di negara tersebut.

Ia menegaskan bahwa penurunan tajam bantuan kemanusiaan telah menciptakan kondisi yang menghancurkan dan membahayakan nyawa sekitar 4 juta anak Afghanistan.

Menurut laporan tersebut, Ayliffe mengatakan:
“Kami menghadapi krisis nutrisi yang katastrofik; dua pertiga negara berada pada tingkat sangat serius atau darurat malnutrisi akut. Ini adalah peningkatan malnutrisi tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah Afghanistan dan kehidupan 4 juta anak berada di ambang bahaya.”

Ia menambahkan bahwa dari 4 juta anak yang menderita malnutrisi akut, Program Pangan Dunia kini terpaksa membiarkan tiga dari setiap empat anak tanpa pengobatan karena “kami tidak memiliki dana yang cukup”.

Ayliffe menggambarkan penurunan bantuan sebagai “menghancurkan” dan menjelaskan bahwa dari 17,4 juta orang yang menghadapi kelaparan akut, WFP hanya mampu membantu sekitar 2 juta orang.

Ia memperingatkan bahwa tanpa peningkatan segera bantuan internasional, krisis akan semakin parah dan jutaan anak dapat menghadapi konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan seperti kematian atau kerusakan fisik dan mental permanen.

Wawancara ini dipublikasikan bersamaan dengan laporan terbaru organisasi internasional, termasuk WFP, yang memprediksi malnutrisi anak akan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini.

Ayliffe menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberi perhatian lebih kepada Afghanistan dan memulihkan bantuan guna mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.

Perlu dicatat, situasi ini terjadi ketika Afghanistan menghadapi pemulangan paksa para migran, musim dingin yang keras, pengangguran luas, serta pembatasan ekonomi.

Your Comment

You are replying to: .
captcha