Menurut kantor berita ABNA, Esmaeil Baghaei menulis di X: "Cukup tinjau rekam jejak panjang tindakan politisi AS untuk 'menyelamatkan rakyat Iran' guna memahami kedalaman 'empati' AS terhadap bangsa Iran; mulai dari pengorganisiran kudeta 19 Agustus 1953 terhadap pemerintah terpilih Dr. Mohammad Mossadegh dengan mendanai dan mempersenjatai para perusuh, hingga penembakan pesawat penumpang Iran pada tahun 1988 dan pembantaian wanita serta anak-anak tak berdosa di atas Teluk Persia, hingga dukungan penuh bagi Saddam selama perang 8 tahun melawan Iran, hingga keterlibatan dengan rezim Israel dalam pembunuhan warga Iran dan serangan terhadap infrastruktur Iran pada Juni 2025, dan tentu saja sanksi yang disebut sebagai sanksi terberat dalam sejarah; dan hari ini, ancaman serangan terhadap Iran dengan dalih belas kasihan terhadap warga Iran, yang merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip terpenting hukum internasional!"
Beliau mengatakan: "Rakyat Iran, dalam dialog dan interaksi satu sama lain untuk menyelesaikan masalah, tidak akan mengizinkan campur tangan asing dalam bentuk apa pun."
Your Comment