Menurut Kantor Berita ABNA, wafatnya Ayatullah Misbah Yazdi ulama senior Iran yang kharismatik membawa kedukaan mendalam bagi seluruh rakyat Iran di tengah suasana memperingati satu tahun syahidnya Jenderal Qassem Soleimani. Perasaan duka mendalam juga dirasakan para ulama marja taklid, diantaranya Ayatullah al-Uzhma Mazahiri yang mengeluarkan pernyataan tertulis yang berisi ucapan belasungkawa atas wafatnya Ayatullah Misbah Yazdi.
Berikut terjemahan dari teks lengkap ucapan belasungkawa Ayatullah al-Uzhma Mazahiri yang ditulis dalam bahasa Persia.
Bismillahirrahmanirrahim
Innaliillahi wa inna ilaihi rajiun
Dengan wafatnya seorang alim yang bijaksana dan pemikir ulung almarhum Ayatullah Haj Syaikh Muhammad Taqi Misbah Yazdi Ridhwanullah Ta'ala telah memberikan kedukaan mendalam bagi kita semua.
Beliau adalah seorang filsuf kontemporer yang banyak mengeluarkan teori dan pandangan-pandangan baru. Ia juga adalah seorang professor yang telah banyak mencetak murid-murid mumpuni di beragam bidang. Ia adalah murid terbaik Allamah Thabaithabai yang telah mewakafkan semua usianya di jalan keilmuan dengan banyak menulis, meneliti dan menyebarkan maarif Islam, maarif Qurani dan materi-materi filsafat Islam. Karya-karya tulisnya telah diterjemahkan dalam banyak bahasa, sehingga pemikirannya dengan sendirinya telah tersebar ke seluruh dunia dan telah memberi banyak manfaat bagi kemanusiaan dan peradaban.
Ia juga adalah tokoh perintis kemajuan pendidikan di Hauzah Ilmiah. Peran besarnya dalam proses pembaharuan pendidikan Islam di Iran tidak diragukan. Ia mendirikan banyak muassasah dan lembaga-lembaga pendidikan Islam. Diantara lembaga pendidikan yang didirikannya dan memiliki peran strategis yang begitu menonjol adalah pusat pendidikan dan penelitian Baqirul Ulum as dan lembaga pendidikan dan penelitian Imam Khomeini. Mengawal dunia pendidkan adalah upaya yang tidak kenal lelah, selain juga berbahaya yang telah ia lakukan di sepanjang usianya.
Alim ini juga dikenal zuhud dan memberikan ketulusan pada setiap pengabdian yang dilakukannya kepada rakyat Iran, umat Islam dan umat manusia secara keseluruhan. Kecintaan pada Ahlulbait as telah memberikan kekuatan maknawi padanya dalam menjalankan beragam aktivitas. Dengan wafatnya beliau, umat Islam telah kehilangan dan sulit mendapatkan penggantinya. Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnnya kepada keluarga almarhum dan kepada semua murid dan pecintanya. Kami berharap kepada Allah swt agar almarhum mendapatkan kedudukan dan derajat yang tinggi di sisi-Nya, mendapatkan pengampuan dan rahmatnya.
Kami juga mengharapkan agar keluarga mendapatkan kesabaran dan dianugerahi ketabahan menghadapi ujian ini.
Disebutkan, Ayatullah Misbah Yazdi diberitakan meninggal dunia pada Jumat sore 1 Januari 2021 karena sakit. Ayatullah Muhammad Taqi Misbah Yazdi semasa hidupnya adalah seorang mujtahid, filsuf, mufassir Alquran dan termasuk salah satu profesor di hauzah ilmiah Qom. Diantara jabatan yang pernah ia emban adalah direktur pimpinan Institut Pendidikan dan Penelitian Imam Khomeini, anggota Majelis Dewan Ahli, anggota Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan, anggota Asosiasi Jamiah Mudarrisin Hauzah Qom (Guru Besar Hauzah ilmiah) dan ketua Dewan Tertinggi Lembaga Internasional Ahlulbait.
Ayatullah Misbah Yazdi telah banyak menulis karya tentang ilmu-ilmu Islam, termasuk diantaranya adalah tafsir, filsafat dan pengetahuan-pengetahuan Islam. Buku Amuzeshe Falsafeh (Pelajaran Filsafat), Akhlaq dar Quran (Etika dalam Alquran) dan Nazariye-e Siyasi Islam (Teori Politik Islam) termasuk diantara karya-karya tulisnya, yang juga diantaranya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Ayatullah Misbah Yazdi wafat pada tanggal 1 Januari 2021 di usia 86 tahun dan dimakamkan di pemakaman ulama dalam komplek Haram Sayidah Maksumah sa di kota Qom.