Menurut Kantor Berita ABNA, terkait dengan tragedi pembunuhan 11 penambang batu bara oleh kelompok teroris ISIS di kota Mach Provinsi Balochistan Pakistan yang memicu kemarahan umat Islam Pakistan khususnya komunitas Syiah turut membuat ketua Dewan Majelis Tinggi Majma Jahani Ahlulbait as memberikan reaksi.
Melalui pernyataan tertulis, Ayatullah Ayatullah Muhammad Hasan Akhtari mengutuk keras aksi terorisme tersebut dan mengucapkan turut berbelasungkawa kepada warga Pakistan khususnya kepada keluarga korban.
Berikut teks lengkap pernyataan tertulis Ayatullah Muhammad Hasan Akhtari:
Bismillahirrahmanirrahim
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa." (QS. As-Sajdah: 22)
Dengan turut sangat berduka dan berbelasungkawa kami ucapkan kepada seluruh umat manusia khususnya umat Islam atas kejadian memilukan terbunuhnya sejumlah warga sipil Pakistan oleh kelompok takfiri teroris. Aksi kejahatan dengan merenggut nyawa sipil tidak berdosa telah kerap kali dilancarkan oleh kelompok teroris yang berpaham wahabi takfiri, terutama dengan menargetkan korban dari komunitas muslim Syiah dan pecinta Ahlulbait as.
Rangkaian kejahatan kelompok takfiri Wahabi yang seakan tidak ada habisnya, bungkamnya lembaga-lembaga HAM internasional yang mengklaim memperjuangkan hak-hak manusia dan ketidak berdayaan pemerintah, lembaga pengadilan, aparat kepolisian dan militer Pakistan membuat korban jiwa terus berjatuhan dan operasi-operasi kejahatan baru terus terjadi.
Dalam kejahatan terbaru di wilayah Mach provinsi Balochistan Pakistan dengan terbunuhnya 11 penambang batu bara tanpa dosa yang dilakukan secara pengecut telah melukai hati umat Islam dan pengikut Ahlulbait as.
Kami sebagai ketua Dewan Majelis Tinggi Majma Jahani Ahlulbait as terkait tragedi ini mengucapkan belasungkawa kepada Imam Zaman afs, kepada seluruh Hauzah Ilmiah dan keluarga korban yang harus menerima kenyataan pahit ini. Dan kami juga mengutuk keras kejahatan luar biasa ini. Kepada pemerintah Pakistan kami meminta agar pelaku kejahatan ini segera ditangkap dan diadili serta mendapatkan hukuman setimpal, sehingga tidak akan terjadi lagi tindak kejahatan serupa.
Kami menanti kerja serius aparat keamanan dan pertahanan Pakistan untuk bisa mencegah terjadinya kembali aksi-aksi terorisme dan pihak dalam negeri Pakistan melakukan upaya pemberantasa paham takfirisme sampai keakar-akarnya.
Selanjutnya kami juga berterimakasih kepada reaksi cepat Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi yang mengeluarkan pernyataan tertulis mengecam dan mengutuk keras kejahatan terorisme ini. Kepada tokoh-tokoh pemerintah dan ulama Islam, para cendekiawan dan muballigh untuk terus menguatkan upaya persatuan Islam, dengan mengedepankan semangat saling memahami dan toleransi sehingga pihak-pihak yang ingin memecah belah umat Islam mendapatkan kegagalan. Semua pihak harus berdiri bersama memberi dukungan pada kelompok yang terzalimi selama ini. Terutama warga lemah Pakistan yang telah bertahun-tahun menderita akibat serangan bersenjata dan tindak kekerasan kelompok-kelompok teroris.
Kepada para keluarga korban tragedi ini, kami berharap mendapatkan ketabahan dan kesabaran dari Allah swt dan semoga arwah para syahid mendapatkan kedudukan yang tinggi dan digabungkan dalam barisan para nabi, auliah dan syuhada.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Ketua Majelis Tinggi Majma Jahani Ahlulbait as
Muhammad Hasan Akhtari
Disebutkan pada Sabtu (2/1) telah terjadi tragedi memilukan bagi warga Syiah Pakistan dengan terjadinya insiden pembunuhan 11 penambang batu bara di kota Mach di Provinsi Balochistan Paksitan yang berbatasan dengan Afghanistan. Kelompok ekstremis Sunni ISIS telah mengklaim sebagai pelaku pada serangan mematikan tersebut. 11 korban pada insiden tersebut berasal dari etnis Hazara. Etnis Hazara membentuk sebagian besar populasi Syiah di Quetta, ibu kota Balochistan, wilayah terbesar dan termiskin di negara itu, yang dipenuhi dengan pemberontakan etnis, sektarian, dan separatis.
Dalam sepuluh tahun terakhir etinis Hazara kerap menjadi korban terorisme, baik yang menetap di Afghanistan maupun di Pakistan. Aksi kejahatan terbaru ISIS ini memicu kemarahan warga Pakistan dengan menggelar aksi unjukrasa besar-besaran. Pada aksi unjukrasa tersebut, pengunjukrasa menuntut agar genocida di Balochistan dan pada etnis Hazara segera dihentikan.