Menurut Kantor Berita ABNA, Wakil Tetap Iran untuk Organisasi-organisasi Internasional yang berbasis di Wina, Kazem Gharibabadi mengatakan perjanjian nuklir JCPOA tidak akan dinegosiasikan ulang dan jika dihidupkan kembali, tidak memerlukan dokumen baru.
“Satu-satunya mandat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) adalah mengawasi dan memverifikasi tindakan yang terkait dengan nuklir dan memberikan laporan terbaru yang realistis. Membuat penilaian apapun tentang bagaimana kewajiban ini dilaksanakan jelas di luar mandat IAEA dan harus dihindari,” tegas Gharibabadi pada hari Kamis (17/12/2020).
Menurutnya, IAEA telah memainkan perannya selama perundingan JCPOA. Kewajiban anggota dan tugas IAEA telah ditetapkan secara jelas dan disetujui, dan masing-masing pihak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan perjanjian.
Hal itu ditegaskan Gharibabadi untuk menjawab pernyataan Dirjen IAEA, Rafael Grossi dalam wawancaranya dengan Reuters tentang cara-cara memulihkan kembali kewajiban Iran dalam JCPOA.
Grossi mengklaim bahwa menghidupkan kembali JCPOA di masa kepresidenan Joe Biden, akan membutuhkan sebuah perjanjian baru karena situasinya telah berubah secara dramatis.
Namun, Gharibabadi telah bertemu dengan dirjen IAEA pada Jumat malam untuk mengonfirmasi pernyataannya kepada Reuters. “Rafael Grossi dalam wawancaranya dengan Reuters, sama sekali tidak menyinggung perlunya sebuah perjanjian baru dan ia hanya berbicara hal-hal yang terkait dengan IAEA,” ungkap Gharibabadi.
342/