Menurut Kantor Berita ABNA, merebaknya berita dan informasi mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamanei yang disebut terganggu dan berada dalam perawatan medis sebagaimana banyak beredar di media sosial termasuk berita-berita online media-media Barat seperti Newsweek yang menukil dari postingan pribadi Mohamad Ahwaze, jurnalis Iran. Bahkan disebutkan karena sakitnya tersebut, Rahbar menyatakan mundur dari posisinya sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Berita tersebut dibantah oleh Mehdi Fazdali, anggota Kantor resmi Rahbar untuk urusan publikasi dan penerbitan karya-karya Rahbar. Dalam cuitannya di Twitter, Mehdi Fazdali menulis, "Dengan butanya mata musuh dan dengan rahmat Tuhan serta doa-doa yang baik dari mereka tulus, Tuan yang mulia (maksudnya Ayatullah Ali Khamanei) dalam keadaan sehat dan sempat beraktivitas menjalankan agenda-agendanya sebagaimana biasa."
Berita dari Newsweek yang menyebutkan Imam Ali Khamanei hendak menyerahkan kekuasaan kepada putranya karena kesehatannya semakin kritis banyak dinukil dan diberitakan ulang oleh media-media barat termasuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimuat oleh media-media nasional Indonesia.