Menurut Kantor Berita ABNA, Televisi Arab Saudi Alarabiya hari Senin (30/11/2020) mengklaim bahwa salah satu komandan Korps Garda Revolusi Islam, bersama dengan beberapa lainnya, ditembak dan dibunuh oleh pesawat tak berawak Amerika di tanah Suriah setelah melintasi perbatasan antara Suriah dan Irak.
Situs pemberitaan Norr News membantah rumor tersebut pada hari Selasa (01/12/2020) dengan mengutip satu sumber informasi terpercaya.
televisi al-Mayadeen juga membantah rumor tersebut Senin (30/11) malam.
Menyusul teror Mohsen Fakhrizadeh, Kepala Organisasi Riset dan Inovasi Kementerian Pertahanan Iran, media-media yang berafiliasi dengan Saudi berusaha menciptakan atmosfer dan perang psikologis untuk memprovokasi opini publik dan menyebarkan rumor bahwa salah satu komandan Korps Garda Revolusi Islam telah sasaran ini.
342/