Menurut Kantor Berita ABNA, Josep Borrell Rabu (11/11/2020) di konferensi pers via video dengan LENA mengatakan, isu Iran sangat rumit dan sensitif serta Iran senantiasa menjadi masalah tersulit bagi Amerika; pemerintah mendatang AS akan memahami bahwa mengubah kesepakatan JCPOA akan membutuhkan biaya mahal bagi mereka.
"Pemerintah Biden harus menyadari bahwa masalah bukan mengabaikan sebuah kesepakatan lama dan membuat kesepakatan baru," ungkap Borrell seraya mengingatkan 12 tahun proses penandatanganan JCPOA.
Baru-baru ini Menlu Jerman Heiko Maas mengatakan, terbuka peluang bagi Amerika untuk kembali ke JCPOA dengan kemenangan Joe Biden dan juga menghidupkan kembali kerja sama serta hubungan Eropa-AS.
Sikap petinggi Eropa ini diambil ketika mereka selama dua tahun lalu bersikap pasif dalam menjalankan komitmen JCPOAnya.
Presiden AS Donald Trump secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada tahun 2018 dan berusaha memaksa Iran menyetujui sebuah kesepakatan baru termasuk program pertahanan Tehran. (MF)
342/