4 September 2016 - 03:19
Kekuasaan dan Kekayaan Mereka Hasil Rampasan dari Negara-Negara yang Dimiskinkan

“Klaim tidak manusiawi ini di ungkapkan ketika pejabat Amerika sendiri tahu bahwa semua kekuasaan dan kekayaan mereka adalah hasil rampasan sumber daya alam negara-negara dan usaha-usaha dari para imigran ini pula khususnya dari negara-negara Afrika”.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hans Horst Konkolewsky Sekjen Assosiasi Jaminan Sosial Internasional(ISSA) pada pagi (1/9) bertemu dan berbincang-bincang dengan Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran.

Ayatullah Hashemi Rafsanjani menyatakan tanggung jawab jaminan sosial dalam setiap tingkatan adalah penting dan mengatakan, “Upaya dalam mengurangi kebutuhan-kebutuhan manusia dan tetap dalam jalur fitrah kemanusiaan adalah sangat baik”.

Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran menyebut tujuan pendirian Badan Jaminan Sosial di seluruh dunia adalah guna menjamin kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat khususnya lapisan masyarakat lemah dan mengatakan, “Kebutuhan-kebutuhan manusia kepada makanan, pengobatan, pendidikan, pekerjaan dan tempat tinggal adalah kebutuhan-kebutuhan pokok yang jika terpenuhi, masyarakat dunia dengan berpacu dalam kemajuan, akan mencapai hasil yang baik”.

Ayatullah Rafsanjani mengungkapkan kesedihannya terkait dengan laporan resmi PBB yang mengumumkan bahwa terdapat satu miliyar orang yang kelaparan di dunia ini dan mengatakan, “Jika jaminan sosial di seluruh dunia di seriusi, maka kita tidak akan menyaksikan kefaqiran berskala internasional serta besarnya jumlah kebutuhan manusia terhadap makanan seperti ini”.

Beliau dengan mengisyaratkan bangsa-bangsa yang turut menyertai tim dari negara-negara India, Korea serta Nepal mengatakan, “Hal ini mesti membudaya dalam skala internasional bahwa membantu sesama manusia dalam kondisi apapun adalah baik dan seluruh bangsa dan pemerintahan harus berusaha di jalan ini”.

Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran mengingatkan laporan-laporan beberapa tahun sebelumnya oleh para pejabat PBB yang mengklaim bahwa “Kita ingin mengurangi jumlah kelaparan di bumi ini” mengatakan, “Dalam berbagai pemberitaan kita melihat betapa banyak kelompok-kelompok masyarakat dari berbagai negara terpaksa melarikan diri atau menjadi eksodus dari negara-negara mereka untuk memperoleh makanan dan jaminan keamanan walaupun harus menanggung resiko tenggelam dan terbunuh”.

Ayatullah Hashemi Rafsanjani dengan mengisyaratkan slogan salah seorang calon dalam pemilihan presiden Amerika bahwa “Saya akan mengeluarkan para imigran” mengatakan, “Klaim tidak manusiawi ini di ungkapkan ketika pejabat Amerika sendiri tahu bahwa semua kekuasaan dan kekayaan mereka adalah hasil rampasan sumber daya alam negara-negara dan usaha-usaha dari para imigran ini pula khususnya dari negara-negara Afrika”.

Beliau dengan menyinggung pengalaman sukses negara-negara Skandinavia dalam pengelolaan jaminan sosial, kepada sekjen dan para pejabat Assosiasi Jaminan Sosial Internasional mengatakan, “Yang di harapkan dari anda ialah buatlah suatu program yang dapat memenuhi kebutuhan pokok manusia di seluruh negara khususnya negara-negara faqir”.
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran mengingatkan bahaya akibat tiadanya perhatian kepada lapisan masyarakat faqir mengatakan, “Para pemuda yang marah, dengan perkembangan media informasi, mereka tahu segala sesuatu, lantaran mereka merasakan diskriminasi, telah berubah menjadi bom waktu yang mengancam keamanan dunia”.

Ayatullah Hashemi Rafsanjani menambahkan, “Salah satu faktor penting yang menyebabkan pertumbuhan kuantitas dan kualitas para teroris, kemarahan masyarakat yang tidak puas dengan diskriminasi-diskriminasi penjajahan dan perampasan SDA berbagai negara oleh para diktator”.

Beliau dengan memaparkan kondisi bangsa-bangsa yang terjangkiti waba terorisme, di negara-negara Irak, Afganistan, Pakistan, Suriah, Yaman, Libiya dan bahkan Nigeria serta negara-negara Afrika lainnya mengatakan, “Apabila akar kefaqiran-akut yang menjadi faktor penyebab kebanyakan aksi-aksi teroris belum tercerabut, maka yakinlah mikroba ini akan tersebar keseluruh dunia melalui para teroris”.

Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran, dengan menekankan perlunya penguatan daya kelola Assosiasi Jaminan Sosial Internasional(ISSA
) Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) mengatakan, “Melalui media setiap program mesti anda informasikan kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia sehingga mereka tahu tindakan dan program anda, sekaligus menjadi peringatan kepada para pejabat negara-negara dunia untuk melakukan kerja nyata demi menghilangkan kefaqiran”.

Ayatullah Rafsanjani menyebut pentingnya jaminan sosial guna memperkokoh keamanan dunia dan mengatakan, “Manusia yang kelaparan dan menganggur selalu menjustifikasi segala tindakannya dan jika kita menginginkan keamanan dunia, jalannya adalah memperkuat jaminan sosial seluruh negara demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok kehidupan manusia dan setiap keluarga”.

Perhatian Republik Islam Iran Kepada Jaminan Sosial Sangat Menggembirakan

Hans Horst Konkolewsky Sekjen Assosiasi Jaminan Sosial Internasional(ISSA) pada pertemuan ini juga melaporkan tujuan kunjungannya ke Iran dan mengatakan, “Kami datang untuk mengikuti seminar teknis para ahli assosiasi jaminan sosial di wilayah selatan Asia di mana Iran dalam hal jaminan sosial telah menjalankan berbagai program dan tindakan yang berharga”.

Sekjen ISSA mengungkapkan kepuasannya dengan aktivitas Badan Jaminan Sosial di Iran dan mengatakan, “Bagi para pejabat ISSA adalah sangat menggembirakan di mana Iran memuat subjek ini di dalam Undang-Undang Dasarnya”.

Beliau dengan mengisyaratkan bertambahnya kebutuhan kepada layanan jaminan sosial di dunia mengatakan, “Kami berharap hingga tahun 2030 ada tindakan yang baik guna memberantas kemiskinan”.

Hans Horst Konkolewsky dengan menyinggung “Nota kesepahaman tujuan-tujuan pengembangan” yang di tanda tangani oleh negara-negara anggota Assosiasi Jaminan Sosial mengatakan, “Kami tahu bahwa adalah tugas setiap pemerintahan untuk mengusahakan pemenuhan kebutuhan masyarakatnya dan kami datang untuk membantu pemerintah di jalan ini”.

Dr. Sayyid Taqi Nur Bakhsh, kepala Badan Jaminan Sosial Iran dalam sebuah penyataan mengatakan, “157 negara adalah anggota assosiasi ini yang memulai aktivitasnya sejak tahun 1927 dan Iran telah menjadi anggota sejak 40 tahun lalu melalui ketetapan Dewan Perwakilan Rakyat waktu itu”.

Beliau melanjutkan, “Meluasnya interaksi internasional Badan Jaminan Sosial dapat memanfaatkan pengalaman internasional badan-badan jaminan sosial serta memberikan efek pelayanan kontinyu dari sumber-sumber dana jaminan sosial di mana seminar regional Assosiasi Jaminan Sosial Internasional(ISSA) yang di selenggarakan oleh Badan Jaminan Sosial Iran sebagai tuan rumah adalah untuk tujuan ini pula”.