Menurut Kantor Berita ABNA, sebuah bom mobil meledak di salah satu pasar di bagian utara kota Baghdad Irak pada rabu (11/5). Dari keterangan resmi awal dari Rumah Sakit dan kepolisian setempat menyebutkan, ledakan dasyhat tersebut merenggut nyawa 65 orang dan melukai 87 lainnya, namun kemungkinan jumlah korban jiwa akan bertambah. Sebab menurut laporan media setempat, sesaat pasca peledakan dipastikan hanya 15 orang yang meninggal dunia ditempat, namun jumlah korban jiwa membengkak hingga 65 orang, dikarenakan parahnya luka korban dan keterbatasan tenaga dan fasilitas medis.
Aksi terorisme tersebut diduga sengaja menyasar korban dari kalangan warga Syiah, sebab target dilakukan di tengah pasar Syahrak Shadr yang merupakan pemukiman warga Syiah. Disebutkan ISIS mengaku berada dibalik aksi peledakan bom tersebut.
Salim al Jabwari, ketua Parlemen Rakyat Irak dalam keterangannya, mengutuk keras aksi teror yang menelan korban jiwa dari rakyat sipil dan menyerukan agar seluruh elemen masyarakat Irak bersatu untuk menghadapi terorisme dan makar ISIS.
Syahrak Shadr memiliki penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa yang terletak dibagian utara kota Baghdad. Mayoritas penduduk dari kota tersebut bermazhab Syiah.






