6 Mei 2016 - 06:53
Dukungan Iran untuk Palestina Tidak Tergoyahkan

Presiden Iran Hassan Rouhani memastikan dukungan tak tergoyahkan Republik Islam terhadap bangsa Palestina.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Iran Hassan Rouhani memastikan dukungan tak tergoyahkan Republik Islam terhadap bangsa Palestina. Hal itu dikemukakan Rouhani dalam pertemuan dengan Ramadan Abdullah Shalah, ketua Jihad Islam Palestina, di Tehran, Kamis (5/5).

Menyebut Palestina sebagai "simbol perlawanan" terhadap agresor, Rouhani mengatakan masalah Palestina "adalah sangat penting bagi kami", dan menambahkan bahwa Republik Islam Iran akan terus bersama dengan bangsa Palestina dan muqawama.

"Musuh dan kekuatan besar beranggapan bahwa masalah Palestina akan terlupakan dan bahwa mereka dapat menentukan masa depan bangsa dengan cara apapun yang mereka inginkan, tapi sekarang, melalui muqawama, bangsa Palestina telah berhasil mencapai kemenangan besar melawan kemauan mereka," tambah Rouhani.

Presiden Iran mencatat bahwa musuh ingin masalah Palestina harus benar-benar terlupakan sehingga mereka dapat melanjutkan rencana menyebar terorisme dan kelompok-kelompok teroris di wilayah ini.

Untungnya, musuh telah gagal dalam upaya tersebut berkat perlawanan kokoh bangsa dan kelompok Palestina, tegas Rouhani. Presiden Iran menekankan bahwa opini publik di dunia Islam perlu memahami bahwa Palestina adalah masalah nomor satu di dunia Islam.

Di lain pihak, Abdullah mengucapkan terima kasih kepada Republik Islam atas dukungannya terhadap Palestina. Menurutnya, sekarang para pemuda Palestina telah memulai intifada baru untuk mendukung dan membela kota Al-Quds (Yerusalem) dan melawan arogansi Israel.

Abdullah mencatat bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel menyebar terorisme di kawasan guna melawan muqawama Palestina. Berbagai wilayah pendudukan telah menjadi ajang ketegangan sejak Agustus 2015, ketika Israel memberlakukan pembatasan masuknya jemaah Palestina ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Timur Al-Quds.

 

Lebih dari 210 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, menjadi korban brutalitas Israel, sejak awal Oktober lalu.