Menurut Kantor Berita ABNA, dilansir dari situs resmi Kepresidenan Iran, Presiden Republik Islam Iran, Dr. Hassan Rouhani dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla kamis (14/4) di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) Organisasi Kerja sama Islam (OKI) ke-13 di Istanbul, Turki, mengisyaratkan hubungan antara kedua negara Indonesia-Iran yang semakin erat dapat memicu kemajuan dan perluan kerjasama yang memberi keuntungan bagi kedua belah pihak. “Kami optimis, kerjasama Iran dengan Indonesia khususnya dalam bidang ekonomi adalah langkah tepat untuk semakin memajukan kedua negara.”
“Hari ini dengan dicabutnya sanksi ekonomi yang pernah diberlakukan atas Iran dan dibukanya kembali kerjasama perbankan, akan memberi dampak positif dan kemajuan kerjasama ekonomi antara Indonesia-Iran. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan memaksimalkan semua sumber daya dan potensi yang ada.” Tambahnya.
Rouhani menambahkan, potensi kerjasama Indonesia dan Iran bisa ditingkatkan dalam berbagai bidang, seperti pengembangan energi, industri, pariwisata, kerjasama pendidikan, budaya, sains dan tekhnologi, yang ditegaskannya hari ini memiliki peluang dan prospek yang cerah.
Berkaitan dengan Palestina, Presiden Iran memuji ketegasan dan kesungguhan Indonesia yang memberikan dukungan sepenuhnya atas perjuangan rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaannya. Ia mengatakan, masalah terbesar di kawasan adalah keterjajahan bangsa Palestina oleh rezim Zionis Israel. Ia berkata, “ Kerjasama Iran dan Indonesia dalam membantu penyelesaian masalah berkaitan dengan Palestina, memerangi terorisme dan kelompok intoleran yang merusak citra Islam dan perdamaian dunia adalah hal penting yang harus ditindak lanjuti dan mendapat perhatian seserius mungkin.”
“Sebagian negara-negara Barat yang terlibat dalam menguatnya kelompok-kelompok teroris yang mereka manfaatkan selama ini untuk mencapai tujuan politik mereka, hari ini justru menjadi senjata makan tuan dengan berbalik menyerang mereka. Sayangnya, pengalaman ini tidak dijadikan pelajaran oleh sejumlah negara di kawasan dengan memberikan bantuan dan dukungan pada kelompok-kelompok teroris.” Lanjutnya.
Sementara itu, Wapres Muhammad Jusuf Kalla mengawali pembicaraannya dengan mengucapkan selamat atas pemerintah Iran yang sukses berdiplomasi dengan kelompok negara 5+1 yang menghasilkan resolusi dicabutnya sanksi embargo ekonomi atas Iran. “Keberhasilan Iran tersebut memberikan peluang besar bagi menguatnya kerjasama antara Indonesia dan Iran. Dan kami sepakat untuk memaksimalkan peluang ini dengan sebaik-baiknya.” Ungkapnya.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menyebut kebijakan politik luar negeri Indonesia dan Iran memiliki keidentikan khususnya dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Ia menyebut, Jakarta-Tehran bukan hanya diikat oleh kesamaan semangat dalam mencintai perdamaian namun juga oleh ideologi yang sama, yaitu Islam. “Iran dan Indonesia sebagai sama-sama negara Islam bertanggungjawab sepenuhnya dalam melawan gerakan terorisme dan mencabut akar radikalisme dalam tubuh dunia Islam. OKI sebagai sebuah lembaga yang menghimpun negara-negara Islam harus lebih dipacu lagi untuk memperikan peran dan manfaatnya bagi perdamaian dunia.” Tegasnya.
Jusuf Kalla lebih lanjut menyoroti hubungan Iran dan Arab Saudi yang sempat menegang dan memanas dalam satu tahun terakhir. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Indonesia sangat mendukung Iran untuk memperbaiki lagi hubungannya Arab Saudi. Hubungan antara Syiah dan Sunni juga menjadi perbincangan hangat antara JK dan Rouhani. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa negara-negara Syiah dan Sunni jangan terpecah karena semuanya bagian dari Islam. "Itu kan boleh berbeda-beda, hormati saja, perbedaan itu jangan dijadikan sumber konflik." kata Jusuf Kalla.
Pada bagian lain pembicaraannya, Jusuf Kalla mengapresiasi keseriusan Iran dalam membantu penyelesaian masalah Palestina. Ia mengajak Rouhani untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan Indonesia dalam masalah tersebut.
Khusus soal hubungan Indonesia-Iran, Jusuf Kalla sepakat untuk melanjutkan investasi dan perdagangan antarkedua negara.
Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani dan Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla menghadiri pembukaan acara Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) Organisasi Kerja sama Islam (OKI) ke-13 di Istanbul, Turki, bersama kepala negara-negara Islam lainnya untuk fokus membahas masalah Palestina dan counter-terrorism. Pembukaan KTT OKI berlangsung pada kamis (14/4) pukul 10.00 waktu setempat, di Istanbul Convention Centre. Jusuf Kalla dan kepala negara lainnya mendapat sambutan langsung Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan melakukan family foto. Pada hari yang sama, Jusuf Kalla juga melakukan pertemuan bilateral dengan negara-negara sahabat seperti, Raja Saudi Arabia, Presiden Belarus, dan Perdana Menteri Lebanon. Selain itu, Wapres dijadwalkan akan bertemu dengan pihak International Development Bank (IDB) dan Sekjen OKI.