4 Januari 2016 - 04:34
Kecam Arab Saudi, Syaikh Nimr Dijadikan Nama Jalan di Iran

Mendapat persetujuan dari DPRD setempat, walikota Tehran mengubah nama jalan yang sebelumnya jalan Bustan, menjadi nama yang dikehendaki warga Tehran tersebut, sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap perjuangan Syaikh Nimr melawan penindasan rezim Saudi.

Menurut Kantor Berita ABNA, eksekusi mati ulama Islam Syaikh Nimr Baqir al Nimr oleh rezim Arab Saudi menuai protes umat Islam sedunia, tidak terkuali Iran. Demonstrasi besar-besaran melanda sejumlah kota besar Iran mengecam tindakan biadab Arab Saudi tersebut terhadap seorang ulama. Kantor kedutaan besar dan sejumlah kantor konsulat Arab Saudi di beberapa kota di Iran menjadi sasaran amuk massa.

Diantara bentuk protes warga Iran, menuntut walikota Tehran untuk mengganti nama jalan yang mengarah ke kantor kedutaan besar Arab Saudi menjadi jalan Ayatullah Nimr Baqir al Nimr. Mendapat persetujuan dari DPRD setempat, walikota Tehran mengubah nama jalan yang sebelumnya jalan Bustan, menjadi nama yang dikehendaki warga Tehran tersebut, sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap perjuangan Syaikh Nimr melawan penindasan rezim Saudi.

Hal serupa juga terjadi di kota Masyhad. Nama jalan yang mengarah ke konsulat Arab Saudi di kota tersebut berganti nama yang sebelumnya, Jalan Maulavi menjadi Jalan Syahid Ayatullah Nimr.

Disebutkan, Ayatullah Nimr Baqir al Nimr adalah seorang ulama Islam Qatif yang kerap mengkritik kebijakan rezim Kerajaan Saudi di mimbar-mimbar ceramahnya.

Pada tahun 2012 ia ditangkap oleh pihak kepolisian Arab Saudi sepulang dari ceramah dan melalui peradilan tanpa proses yang adil, ia divonis hukuman mati.

Pada sabtu (2/1) pagi hari waktu setempat di Arab Saudi, Syaikh Nimr dieksekusi mati bersama dengan 46 tahanan politik lainnya, 3 diantaranya adalah aktivis Syiah. Eksekusi tersebut menuai kecaman keras dari umat Islam diseluruh dunia.