15 Agustus 2015 - 09:24
Umat Islam Harus Banyak Mengambil Ibrah dari Kisah para Nabi dan Aimmah As

“Kisah-kisah para Anbiyah As dan para Aimmah As telah mempersembahkan kepada kita keteladanan yang mengagumkan, bagaimana kesabaran dan keteguhan mereka bisa merontokkan makar para musuh, dan Islam masih bisa tegak dan kita kenali hingga hari ini.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Muktamirin Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait ke-6 hadir di kompleks pemakaman Imam Khomeini rahimahullah Jum’at [14/8] dipinggiran kota Tehran, Republik Islam Iran. Kehadiran mereka untuk berziarah, membacakan Al Fatihah, doa ziarah, menaburkan bunga di makam Imam Khomeini rad an juga bertemu dengan cucu Imam Khomeini, Sayid Hasan Khomeini.

Dipuncak acara, para Muktamirin shalat berjamaah maghrib dan Isya yang diimami oleh cucu pendiri Republik islam Iran tersebut.

Dalam penyampaiannya, Sayid Hasan Khomeini dihadapan ratusan Muktamirin menyatakan, “Hari ini musuh masih terus menggencarkan permusuhan dan upaya mereka untuk menghancurkan umat Islam dan dunia Islam saat ini memasuki fase berat dan sulit.”

“Namun perlu diingat, umat muslim Syiah sepanjang sejarah memang telah menghadapi sejumlah fitnah dan upaya pemberangusan. Sejak masih bersama Nabiullah Muhammad Saw sampai saat ini, umat Islam akan selalu menghadapi konspirasi dan permusuhan dari musuh-musuh Islam.” tambahnya.

Dalam lanjutan penyampaiannya, cucu Imam Khomeini itu berkata, “Syaikh Shaduq dalam kitab Amali meriwayatkan pada periode Imam Shadiq As, umat Syiah telah mengalami kesulitan serupa dengan hari ini. Mereka mendapatkan hinaan dan pengucilan, khususnya para tokoh-tokoh Syiah. Oleh karena itu, menanti kebencian dan permusuhan serta caci maki itu mereda adalah hal yang sia-sia. Yang harus dilakukan adalah tetap berada dalam keteguhan dan kesabaran untuk mempersembahkan yang terbaik, agar para Aimmah As bisa tersenyum dan bahagia melihat hasil capaian para Syiahnya.”

Sayid Hasan Khomeini turut menceritakan kisah Nabi Yusuf As dan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As yang telah menjadi saksi sejarah betapa kesabaran dan keteguhan itu menjadi senjata ampuh untuk menghadapi makar para musuh. Pengajar di Hauzah Ilmiah tersebut berkata, “Kisah-kisah para Anbiyah As dan para Aimmah As telah mempersembahkan kepada kita keteladanan yang mengagumkan, bagaimana kesabaran dan keteguhan mereka bisa merontokkan makar para musuh, dan Islam masih bisa tegak dan kita kenali hingga hari ini.”

Mengenai tantangan yang dihadapi umat Islam, Hujjatul Islam Sayid Hasan Khomeini mengatakan, “Tantangan terberat kita sebenarnya adalah perpecahan dan perselisihan dikalangan umat Islam. Pihak musuh memanfaatkan adanya perbedaan dan ikhtilaf dikalangan umat Islam untuk memecah belah umat Muhammad ini. Harus kita sadari, perbedaan tidak selamanya menjadi sumber perpecahan. Namun harus kita manfaatkan dan jadikan kekayaan untuk semakin menguatkan persatuan kita. Semua golongan Islam memiliki titik temu yang sama, yaitu kalimat tauhid, yang wajib untuk kita tegakkan dan tinggikan.”

Menurut cucu Imam Khomeini tersebut, tantangan berat lainnya, adalah kelalaian mayoritas umat Islam. Menurutnya hari ini kebanyakan umat Islam kehilangan jati diri dan lupa dengan tuntunan agamanya. “Disorientasi, menjadikan sebagian umat Islam kehilangan jati dirinya, bahkan secara sadar berkiblat dan mengekor kepada Barat.”

Solusinya menurutnya adalah mengambil hikmah dari setiap kejadian, berpikir cerdas dan bertindak bijaksana. “Dari setiap aktivitas kita, sudah semestinya kita berpikir dulu sebelum bertindak, mengambil hikmah dari setiap kejadian yang telah berlalu, mengambil banyak pelajaran dari peristiwa-peristiwa besar yang menimpa umat Islam hari ini, seperti di Bahrain, Irak, Suriah, Aghanistan, Pakistan dan beberapa negara lainnya yang masih juga terdapat konflik yang belum juga berakhir.” ungkapnya.

“Perpecahan dan saling berselisih sesama muslim hanya akan melemahkan umat Islam, dan memuluskan target musuh Islam untuk menguasai negara-negara muslim.” lanjutnya.

Disebutkan, Majma Jahani Ahlul Bait As akan menyelenggarakan Muktamar ke -6 pada hari Sabtu [15/8] yang akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Islam Iran DR. Hasan Rouhani. Muktamar yang akan berlangsung selama 3 hari, dari 15-18 Agustus 2015 tersebut dihadiri 800 tokoh Syiah dari 130 negara. Acara 4 tahunan Majma tersebut akan meminta laporan pertanggungjawaban dari pengurus Majma periode sebelumnya dan akan mengangkat pengurus baru untuk menjalani amanah di periode selanjutnya selama 4 tahun ke depan. 

Majma Jahani Ahlulbait (Bahasa Arab: المجمع العالمي لأهل البيت عليهم السلام ) dalam bahasa Indonesia Lembaga Internasional Ahlulbait adalah organisasi non government berskala internasional yang didirikan pada tahun 1990 oleh sejumlah ulama dan cendekiawan muslim Syiah dengan dukungan dari para ulama marja taklid. Organisasi ini bergerak dibidang pendidikan, penelitian dan percetakan dengan tujuan untuk memperkenalkan mazhab Ahlulbait As keseluruh dunia termasuk memberikan pembelaan dan perlindungan terhadap terhadap masyarakat muslim Syiah yang terzalimi.