Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Ahmad Jannati, Khatib Jumat Tehran pada pelaksanaan shalat Jum’at di Universitas Tehran [14/8] menuturkan, "Sikap anti-Amerika, Iran pasca kesepakatan nuklir, tidak akan berubah, pasalnya, permusuhan Amerika terhadap rakyat dan pemerintah Iran terus berlanjut."
Ia menambahkan, "Iran akan melanjutkan dukungannya atas kaum tertindas dunia khususnya rakyat Palestina dan Lebanon. Dalam hal ini, Tehran tidak akan mempedulikan peringatan Barat."
Ayatullah Jannati juga mengapresiasi kerja keras tim perunding nuklir Iran yang berhasil membawa hasil dari perundingan. Di saat yang sama ia menegaskan upaya memperjelas dan merealisasikan kesepakatan nuklir.
Khatib Jumat Tehran menilai masalah nuklir sebagai masalah nasional dan berkaitan dengan seluruh rakyat Iran. "Masalah ini bukan masalah segelintir politisi atau partai politik saja dan semua harus berusaha menyukseskannya," kata Ayatullah Jannati.
Ia juga menyinggung soal pemilu parlemen dan Dewan Kepemimpinan Iran (Khobreghan) yang akan digelar dalam waktu dekat. Selain itu ia juga meminta pemerintah untuk lebih bekerja keras dalam menyelesaikan masalah-masalah ekonomi masyarakat.
Ayatullah Jannati menjelaskan, "Pertemuan keenam Organisasi Ahlul Bayt as Internasional, Sabtu (15/8) di Tehran akan dihadiri oleh 700 tokoh dari 130 negara dunia."
Shalat Jum’at di Tehran tersebut, juga dihadiri oleh sejumlah peserta Muktamar Majma Jahani Ahlul Bait As yang telah mulai berdatangan ke Tehran.