26 Juni 2015 - 15:59
Semua Sanksi Harus Dicabut Bukan Ditangguhkan

Khatib shalat Jumat Tehran menyatakan, sanksi anti-Iran harus dicabut bukan ditangguhkan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi, Khatib shalat Jumat Tehran (26/6) menyinggung berlanjutnya perundingan nuklir Iran dengan Kelompok 5+1 di hari-hari terakhir jelang batas waktu yang ditentukan seraya mengatakan, “Iran tidak akan runtuh dengan sanksi dan tetap hadir kokoh di perundingan.”

Hujjatul Islam Seddiqi menyinggung penjelasan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran tentang perundingan nuklir  dan mengatakan, “Beliau telah memberikan semangat kepada para pejabat dan membuka jalan bagi semakin dekatnya para pejabat.”

Khatib shalat Jumat Tehran menjelaskan, “Bangsa Iran tidak akan menerima kehinaan dan tidak bisa bersikap seperti sebagian negara lain yang menuruti setiap tuntutan kekuatan adidaya.”

Hujjatul Islam Seddiqi menambahkan, “Sekuat posisi Iran dalam pemanfaatan damai teknologi nuklir, dalam perundingan juga akan menang, akan tetapi jika mundur, maka akan kalah dan harus diketahui bahwa janji mereka adalah omong-kosong, karena musuh tidak dapat dipercaya.”

Seraya menjelaskan bahwa  riset dan perkembangan ilmiah termasuk dalam garis merah yang telah ditentukan dalam perundingan nuklir, Seddiqi menandaskan, “Semua sanksi ekonomi, finansial dan perbankan baik dari Dewan Keamanan PBB, Kongres maupun pemerintah AS harus langsung dicabut ketika kesepakatan ditandatangani, dan bukannya ditangguhkan.”(IRIB)