Menurut Kantor Berita ABNA, menyoroti proses perundingan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 dalam pertemuan dengan pemimpin lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif beserta para pejabat tinggi negara pada Selasa [23/6] sore di Tehran.
Berbicara tentang garis merah nuklir Iran, Rahbar menandaskan Amerika Serikat ingin menghancurkan industri nuklir Iran dan penghapusan sanksi tidak boleh terikat dengan implementasi komitmen Tehran.
Menurutnya, semua pejabat Iran ingin mencari sebuah kesepakatan yang baik, adil, bermartabat dan sesuai dengan kepentingan dan maslahat Republik Islam. Tim perunding nuklir Iran adalah orang-orang yang amanah, berani dan taat.
Pada kesempatan itu, Ayatullah Khamenei memaparkan tiga poin penting terkait masalah nuklir Iran.
Poin pertama, jelas Rahbar, apa yang saya sampaikan dalam pertemuan-pertemuan publik, sama persis dengan isu-isu yang saya paparkan dalam pertemuan tertutup dengan Presiden dan para pejabat terkait. Oleh karena itu, rumor yang beredar bahwa beberapa garis merah yang disampaikan dalam pertemuan tertutup telah diabaikan adalah tidak benar dan bertentangan dengan realitas.
Poin kedua yang dijelaskan oleh Rahbar sebagai pendahuluan pembahasan nuklir, adalah sifat amanah, kemuliaan, keberanian dan ketaatan para anggota tim perunding nuklir Iran.
“Tim perunding dengan wibawa nasional, ketelitian penuh dan dengan maksud menyelesaikan kendala serta memajukan tugas negara, sedang berjuang di hadapan sejumlah besar para perunding lain. Dan sejujurnya mereka memaparkan dan memperjuangkan sikap Iran dengan berani,” puji Ayatullah Khamenei.
Sementara poin ketiga berkenaan dengan para pengkritik nuklir. Rahbar menandaskan, “Saya tidak menentang kritik dan saya menganggap itu sebuah keharusan dan penyumbang kontribusi. Akan tetapi, faktanya adalah melemparkan kritik lebih mudah dari bertindak, karena melihat kekurangan pihak lain adalah perkara mudah, namun memahami kesulitan dan kekhawatiran yang dihadapi mereka adalah pekerjaan sulit.”
Di bagian lain pidatonya, Rahbar menegaskan Iran selalu membuat tuntutan rasional sejak awal pembicaraan dengan Kelompok 5+1 dan menekankan bahwa semua sanksi kejam terhadap Tehran atas program nuklirnya harus dicabut.
“Di Iran, semua pihak termasuk saya pribadi, pemerintah, parlemen, lembaga peradilan, dinas keamanan dan semua institusi menginginkan kesepakatan yang baik, sebuah kesepakatan yang disusun secara terhormat, adil dan sesuai dengan maslahat dan kepentingan Iran,” tambahnya.
Rahbar menuturkan, “Meski kami mengejar penghapusan sanksi, tapi dari satu sisi kami melihat mereka sebagai sebuah kesempatan, sebab mereka mendorong kami untuk meningkatkan perhatian pada kekuatan dan kapasitas dalam negeri.” (IRIB)