Menurut Kantor Berita ABNA, Sayid Hasan Nasrullah dalam pidatonya yang disampaikan sabtu [6/6] berkata, "Rakyat, tentara dan rakyat revolusioner Yaman hari ini konsisten dalam fase impian bersejarah mereka dan bersedia untuk mengorbankan jiwa demi menghadapi berapa pun jumlah serangan udara serta pembunuhan kejam yang terjadi di depan mata dunia."
Sambil mengecam sikap dunia internasional yang bungkam, sekjen Hizbulah tersebut mengatakan, "Hari ini sudah memasuki hari ke-72 sejak dimulainya invasi militer Arab Saudi dan koalisinya atas negeri Yaman. Mereka melakukannya secara terbuka sementara organisasi-organisasi dunia hanya bungkam dan berdiam diri, meskipun mereka tahu, invasi tersebut adalah serangan atas kedaulatan dan atas kemanusiaan. Sekiranya ada individu dari organisasi tersebut yang berani mengkritik kebijakan Arab Saudi tersebut, maka ia akan mendapatkan pengucilan dan permusuhan. Bahkan sampai hari secara semena-mena pihak orotitatif Arab Saudi telah memblokir sejumlah saluran satelt, agar tidak membeberkan fakta lapangan yang terjadi.”
Selanjutnya Sayid Hasan Nashrulllah mengarahkan orasinya kepada Arab Saudi dengan berkata, “Sekiranya ada wahai Arab Saudi yakin pada dirimu sendiri, bahwa langkah kalian benar dan memang sudah semestinya dilakukan, lantas mengapa kalian menghalang-halangi kritikan atas kalian?. Hal ini sesungguhnya menunjukkan kalian pada pihak yang lemah. Agresi militer dan pembantaian atas rakyat sipil tidaklah menunjukkan kekuatan dan kemenangan. Lantas apa tujuan kalian menyerang Yaman? apa yang kalian inginkan dari negara Yaman?. Apapun yang terjadi, tindakan dan aksi barbar kalian layak untuk dikutuk dan dikecam. Sudah 72 hari kita menyaksikan kebrutalan ini, dan sebagaimana saya katakana dihari pertama dulu, tidak ada solusi yang lebih baik, selain Arab Saudi menghentikan serangan milternya, dan membuka pintu dialog.”