29 November 2024 - 15:01
4.637 Operasi Hizbullah Lebanon selama 417 Hari Melawan Israel

Dengan berakhirnya konflik antara Hizbullah dan rezim Zionis, kekuatan perlawanan Lebanon merilis rincian operasi mereka dalam beberapa bulan terakhir melawan Israel.

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait  - ABNA - Hizbullah Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan: "Dari 8 Oktober tahun lalu  hingga hari Rabu (27 November 2024), kami telah melakukan lebih dari 4.637 operasi militer dalam 417 hari dengan rata-rata 11 operasi setiap hari melawan Israel."  

Hizbullah juga mengumumkan: "Sejak dimulainya operasi darat Israel ke Lebanon dan dimulainya operasi Ulil al-Bas pada 17 September 2024 , telah dilakukan 1.666 operasi dengan rata-rata 23 operasi setiap hari."

"Dalam rangkaian operasi ini, basis dan markas tentara musuh Israel, kota-kota, dan pemukiman yang dihuni Zionis dari perbatasan Lebanon hingga pemukiman yang ada di sana menjadi sasaran." Tambah keterangan tersebut. 

Dalam pernyataan Hizbullah juga disebutkan: "Dalam kerangka operasi Ulil al-Bas, para pejuang perlawanan Islam Lebanon melakukan 105 operasi dalam rangkaian operasi khusus Khaybar, di mana puluhan basis militer, keamanan, strategis, dan sensitif Israel menjadi sasaran, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah rezim Israel yang tidak sah, dengan menggunakan rudal balistik dan presisi yang unik serta drone bunuh diri khusus hingga kedalaman 150 kilometer di dalam wilayah Palestina yang diduduki."

Hizbullah juga mengumumkan bahwa jumlah korban tewas dari pasukan musuh Zionis sejak 1 Oktober 2024  hingga tanggal penerbitan pernyataan tersebut pada hari Rabu telah mencapai lebih dari 130 orang, dan jumlah yang terluka mencapai 1250 orang. Berdasarkan pernyataan dari Hizbullah Lebanon, selama periode ini juga telah dihancurkan 59 tank Merkava, 11 buldoser militer, dua kendaraan Hummer, dua kendaraan lapis baja, dan dua kendaraan militer Israel.


Hizbullah mengumumkan bahwa beberapa pesawat Israel juga telah ditembak jatuh oleh pejuang perlawanan Lebanon selama periode ini, termasuk 6 drone Hermes 450, 2 drone Hermes 900, dan satu quadcopter. Perlawanan Islam Lebanon pada akhirnya menambahkan: "Statistik yang diumumkan terpisah dari kerugian dan korban musuh Israel di pangkalan, barak, kota, dan pemukiman yang dihuni Zionis di dalam Palestina."