23 November 2024 - 19:39
Apakah Tekanan terhadap Iran Jadi Peluang Terbaik Tehran untuk Mengubah Doktrin Pertahanan dan Nuklirnya?

Beberapa ahli percaya bahwa sekarang adalah waktu terbaik bagi Iran untuk meninjau ulang program nuklirnya, dan tidak ada titik untuk kembali lagi.

Tehran, Parstoday-Selama beberapa bulan terakhir, perilaku dan posisi Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka telah mengambil kebijakan yang sangat berlawanan terhadap Republik Islam Iran.

Parstoday mengutip surat kabar Sobh-e Noo melaporkan, meskipun Iran telah berulang kali menekankan bahwa mereka berupaya mengurangi ketegangan dan mengakhiri permusuhan, tapi pihak-pihak Barat bukan hanya tidak menanggapi secara positif upaya-upaya ini, tetapi mereka justru meningkatkan tekanan dan ancaman dengan menerbitkan klaim yang tidak berdasar.

Selama beberapa tahun terakhir, Iran telah mengumumkan kepada masyarakat internasional bahwa kegiatan nuklirnya bersifat damai dan tidak ada penyimpangan terhadap pembangunan senjata nuklir dalam programnya. Selain itu, Republik Islam telah berulang kali menolak klaim pengiriman senjata ke Ukraina. Terlepas dari sikap yang jelas ini, negara-negara Barat terus menggunakan tekanan dan ancaman, bahkan menyalahgunakan kerja samanya dengan Iran dan bukannya menciptakan ruang dialog, mereka malah berupaya menciptakan ketegangan.

Upaya Troika Eropa untuk Mengeluarkan Resolusi terhadap Iran

Pertemuan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional, yang seharusnya mengkaji program nuklir dan sejauh mana kerja sama Iran dengan badan tersebut dimulai kemarin di Wina. Inggris, Jerman dan Perancis telah mendistribusikan rancangan resolusi menentang Republik Islam di antara para anggota. Teks ini menunjukkan keputusan serius Eropa untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Mohammad Eslami, Ketua Badan Energi Atom Iran memperingatkan dengan jelas bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi resolusi ini dalam konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal Badan Energi Atom Internasional. Dia menekankan,"Jika negara-negara Eropa memilih jalur konfrontasi dan resolusi intervensionis dan destruktif dikeluarkan terhadap Iran, kami akan segera mengambil tindakan timbal balik."

Barat, Debitur yang Melanggar Kewajibannya

Selama beberapa tahun terakhir, meskipun Amerika Serikat telah menarik diri dari JCPOA dan gagal memenuhi janji-janji Eropa, Iran berusaha semaksimal mungkin untuk menepati komitmennya dan menunjukkan niat baiknya kepada komunitas internasional. Namun alih-alih menanggapi niat baik ini, Barat malah memilih jalur ancaman dan sanksi.

Perlunya Keputusan Tegas Iran

Dalam situasi ini, beberapa analis berpendapat bahwa Iran harus mengambil keputusan tegas terhadap ancaman tersebut. Kamal Kharazi, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran dalam sebuah wawancara sebelumnya mengatakan bahwa di era ancaman, Iran mungkin mengubah doktrin pertahanannya.

Menanggapi perilaku Barat, Iran dapat meningkatkan tingkat pengayaan uranium dan meminimalkan kerjasamanya dengan IAEA. Sebagaimana yang dikatakan Kharazi, periode ancaman adalah waktu terbaik untuk mengambil keputusan penting dan tidak dapat diubah.

Kesempatan untuk menentukan tugas program nuklir Iran

Beberapa ahli juga percaya bahwa sekarang adalah waktu terbaik bagi Iran untuk menghentikan program nuklirnya.

Perilaku dan pernyataan para pejabat Iran dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa Iran siap bereaksi secara tepat terhadap setiap ancaman dan resolusi yang dikeluarkan terhadapnya. Mengurangi kerja sama dengan IAEA, mengurangi tingkat inspeksi dan bahkan meningkatkan pengayaan uranium adalah beberapa langkah yang mungkin ada dalam agenda Iran.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun Iran masih mengupayakan kerja sama dan menyelesaikan masalah melalui dialog. Namun perilaku konfrontatif Barat telah melemahkan suasana dialog dan memaksa Iran mengambil keputusan tegas.

Perkembangan Sanksi Uni Eropa, Contoh Lain dari Perilaku Bermusuhan Barat terhadap Iran

Pada hari Senin, 18 November, Dewan Uni Eropa dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa para menteri luar negeri negara-negara Eropa memutuskan untuk memperluas cakupan tindakan pembatasan terhadap Iran. Keputusan yang diambil dengan dalih dukungan militer Iran kepada Rusia dalam perang Ukraina, serta klaim mendukung kelompok bersenjata di Timur Tengah dan Laut Merah, merupakan contoh lain perilaku permusuhan Eropa terhadap Republik Islam Iran.

Sanksi Baru Menyasar Industri Pertahanan Iran

Berdasarkan keputusan ini, sanksi telah dijatuhkan terhadap penggunaan kapal dan pelabuhan untuk transfer drone, rudal, dan teknologi terkait. Uni Eropa juga melarang ekspor, transfer, pasokan atau penjualan komponen yang digunakan dalam pengembangan dan produksi rudal dan drone Iran.

Keputusan yang secara langsung menyasar industri pertahanan dan kemampuan strategis Iran ini menunjukkan upaya negara-negara Eropa untuk membatasi kemampuan Iran di bidang teknologi pertahanan canggih.

Tindakan ini terjadi ketika Uni Eropa belum memberikan bukti konkrit dan kredibel atas klaimnya mengenai sanksi atas dukungan militer Iran terhadap perang di Ukraina. yang dijadikan alat untuk memberikan tekanan dan ancaman, bukan untuk melakukan interaksi. Tindakan Uni Eropa baru-baru ini dapat dilihat sebagai contoh nyata penggunaan sanksi sebagai alat untuk memberikan tekanan terhadap Iran.

Eropa, yang belum memenuhi komitmennya dalam JCPOA yang, hanya mengeluarkan pernyataan simbolis, kini berupaya mencegah Iran mengembangkan teknologi pertahanan dengan memberikan sanksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap rencana strategisnya dan Republik Islam akan terus mengembangkan kemampuan pertahanannya.(PH)