29 Oktober 2024 - 19:13
Jerman: Kami Terpaksa Mengirim Senjata ke Israel Akibat Penindasan Nazi terhadap Orang Yahudi

Menurut statistik resmi Kementerian Luar Negeri Jerman, negara ini telah mengekspor sekitar 94 juta euro (setara dengan 101,5 juta dolar) peralatan militer ke Israel dalam tiga bulan terakhir.

Meskipun ada kekhawatiran internasional tentang kemungkinan genosida di Gaza, pemerintah Jerman telah mengekspor peralatan militer senilai lebih dari $101,5 juta ke Israel selama tiga bulan terakhir.

Menurut laporan jaringan media Sahab, informasi yang dipublikasikan pada hari Kamis ini menunjukkan bahwa pemerintah Jerman telah memperluas kebijakannya di bidang ini dengan menyetujui ekspor senjata ke Israel.

Menurut statistik resmi Kementerian Luar Negeri Jerman, negara ini telah mengekspor sekitar 94 juta euro (setara dengan 101,5 juta dolar) peralatan militer ke Israel dalam tiga bulan terakhir.

Angka-angka ini dipublikasikan sebagai jawaban atas pertanyaan dari partai sayap kiri Bundnis Sahra Wagenknecht (BSW). Jumlah ini hampir dua kali lipat dari angka yang dilaporkan pekan lalu oleh Kementerian Perekonomian Jerman kepada Komite Ekonomi Parlemen negara tersebut.

Reaksi anggota parlemen dan kritikus dalam negeri

Sevim Dagdelen, wakil partai sayap kiri Parlemen Jerman (BSW), menggambarkan tindakan pemerintah Jerman ini sebagai "tidak bertanggung jawab" dan menuntut penghentian ekspor senjata ke Israel.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, ia menekankan, Dengan mengirimkan senjata ke Israel, pemerintah koalisi Jerman memicu kejahatan perang di Gaza dan Lebanon, alih-alih mempertimbangkan keinginan mayoritas masyarakat untuk melakukan embargo senjata.

Pemerintah Jerman baru-baru ini kembali menjual peralatan militer ke Israel setelah menerima jaminan dari Tel Aviv bahwa hukum internasional akan dipatuhi dalam penggunaan senjata Jerman.

Sebelumnya pada bulan Maret, Jerman menghentikan penjualan senjata ke Israel menyusul kasus Nikaragua melawan Berlin di Mahkamah Internasional (ICJ) karena membantu “genosida” di Gaza.

Menlu Jerman membela kebijakan ini

Annalena Baerbock, Menteri Luar Negeri Jerman membela kebijakan pemerintahnya dalam hal ini dan mengatakan, Semua ekspor senjata ke Israel dilakukan setelah pemeriksaan yang cermat dan sesuai dengan hukum internasional.

Pada konferensi pers di Paris, dia menekankan, Kami telah memeriksa setiap kasus dengan cermat dan akan terus melakukannya. Ada aturan khusus untuk ekspor militer ke pihak ketiga, termasuk Israel.

Jerman telah lama menjadi sekutu utama Israel, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz telah berulang kali menekankan tanggung jawab khusus Jerman atas keamanan rezim Israel karena masa lalu Nazi-nya.

Namun para kritikus percaya bahwa dukungan Jerman yang tidak perlu dipertanyakan lagi terhadap pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membahayakan reputasi internasional Berlin dan semakin mengisolasi Berlin di panggung dunia.

Sejak dimulainya serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza sejak Oktober 2023, lebih dari 43 ribu warga Palestina gugur syahid dan lebih dari 100 ribu orang terluka, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Israel saat ini menghadapi kasus di Mahkamah Internasional atas dugaan genosida di Gaza, di mana jutaan warga Palestina terus hidup dalam kondisi yang mengerikan seperti kekurangan makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya.(sl)