28 Oktober 2024 - 15:46
Operasi Tel Aviv adalah Respons Alami terhadap Kejahatan para Penjajah

Operasi heroik yang dilakukan di dekat markas Mossad di utara Tel Aviv dan mengakibatkan tewas dan terluka sejumlah tentara rezim penjajah, dianggap sebagai respons alami terhadap kejahatan rezim penjajah Zionis terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem serta kelanjutan pembunuhan brutalnya, terutama di utara Jalur Gaza.

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - gerakan perlawanan Islam (Hamas) dan Jihad Islam Palestina menganggap operasi syahid yang dilakukan pada Minggu (27/10), di utara Tel Aviv sebagai respons alami terhadap kejahatan rezim penjajah terhadap rakyat Palestina.

Dalam pernyataan Hamas disebutkan: "Operasi heroik yang dilakukan di dekat markas Mossad di utara Tel Aviv dan mengakibatkan tewas dan terluka sejumlah tentara rezim penjajah, dianggap sebagai respons alami terhadap kejahatan rezim penjajah Zionis terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem serta kelanjutan pembunuhan brutalnya, terutama di utara Jalur Gaza."

Hamas menambahkan: "Kami mengucapkan selamat atas operasi heroik ini. Operasi ini menunjukkan bahwa rakyat pemberani kami terus melawan mesin pembunuhan dan teror rezim Zionis dan berkomitmen untuk melanjutkan jalan perlawanan dan pengorbanan hingga menghancurkan kehendak musuh fasis, mengalahkannya, dan memaksanya untuk membayar harga atas kejahatan brutalnya."

Gerakan Jihad Islam Palestina juga mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan terhadap operasi ini, menyatakan: "Kami mengucapkan selamat atas operasi heroik di Tel Aviv yang menargetkan tentara dan perwira unit intelijen militer rezim Zionis."

Dalam pernyataan tersebut disebutkan: "Operasi ini adalah respons yang alamiah terhadap pembantaian oleh musuh Zionis terhadap bangsa kami yang tangguh dan berani, yang terbaru adalah genosida di utara Jalur Gaza."

Gerakan Jihad Islam Palestina melanjutkan dengan menekankan: "Keteguhan dan kehendak bangsa kami hari ini terlihat dalam bentuk terbaiknya dengan operasi heroik di Tel Aviv dan kelanjutan perlawanan di Tepi Barat, Gaza, selatan Lebanon, Yaman, dan Irak, yang menyebabkan rasa sakit dan penderitaan bagi musuh. Peristiwa ini mengonfirmasi bahwa perlawanan masih memegang inisiatif dan selalu siap untuk memberikan pukulan yang menyakitkan kepada rezim penjajah ini."

Pernyataan ini dikeluarkan setelah sebuah truk menabrak sejumlah besar orang Zionis di pintu masuk stasiun bus dekat markas Mossad di Tel Aviv, dan menurut laporan awal, 6 orang Zionis tewas dan setidaknya 50 lainnya terluka.


Menurut laporan media rezim Zionis, korban tewas dan terluka adalah perwira dan tentara dari unit intelijen militer 8200 di pangkalan "Galilout".


................


Akhir pesan/218