12 Oktober 2024 - 15:56
Ribuan Pemuda Irak Siap Berjihad Melawan Rezim Zionis

Imam Jum'at Baghdad, mengatakan: "Dalam waktu ini, ribuan pemuda Irak bertanya kepada saya kapan waktu pergi ke tanah yang terjajah dan berjuang langsung melawan penjajah; namun dalam berita kita mendengar bahwa tentara Zionis sedang melarikan diri dari garis depan pertempuran."

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Imam Jum'at Baghdad, Ayatullah Sayid Yasin Mousawi merujuk pada ancaman Israel terhadap Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Sistani mengatakan: "Ayatullah Sistani memiliki peran besar dalam menggagalkan rencana musuh, dan oleh karena itu mereka berusaha untuk mengakhiri peran berpengaruh ini."  

Ia lebih lanjut menyatakan bahwa orang-orang Yahudi dan Zionis memiliki tujuan besar yang paling penting adalah menghancurkan semua pilar kekuasaan di kawasan, terutama pasukan perlawanan, dan menambahkan: "Beberapa orang percaya bahwa perang dimulai pada 7 Oktober setelah serangan Hamas ke permukiman Israel."  

Ayatullah Mousawi kemudian dengan tegas menyatakan: "Pandangan ini salah; karena jika Anda melihat masalah pengeboman, Anda akan menyadari bahwa rezim Zionis telah mempersiapkan perang melawan negara-negara kawasan selama dua puluh tahun."

"Perlawanan Islam di Lebanon memulai operasi terbatas untuk mengalihkan perhatian Israel, tetapi Zionis ingin menarik Lebanon ke dalam perang total, oleh karena itu mereka melakukan banyak teror di Lebanon yang mengakibatkan banyak pemimpin perlawanan, terutama Sayyid Hassan Nasrallah, menjadi syahid, dan rezim ini berusaha keras untuk menarik Republik Islamb Iran ke dalam perang total." Tambahnya. 

Imam Jumat Bagdad menegaskan: "Rezim Zionis dalam beberapa dekade terakhir telah berusaha mencapai tujuannya dengan dukungan Amerika, dan untuk alasan ini, mereka melakukan berbagai tindakan termasuk pembunuhan Rafik Hariri. Setelah itu, dengan membentuk pengadilan internasional dan menekan pemerintah Lebanon, mereka berhasil mengendalikan semua jalur komunikasi Lebanon, dan untuk alasan ini, Hizbullah menciptakan jalur komunikasinya sendiri."

Ayatullah Mousawi menjelaskan bahwa rezim Zionis melalui pernyataan perdana menterinya dan pejabat lainnya mengakui bahwa tujuannya bukan Palestina dan bukan Lebanon; tetapi ingin mengendalikan semua negara di kawasan dari Palestina hingga Irak. Mengingat bahwa Ayatullah Sistani menghalangi mereka mencapai tujuan mereka di Irak, dia dimasukkan dalam daftar teroris.

Dia menyatakan bahwa Amerika dan Zionis tidak hanya puas dengan ancaman, dan sekarang musuh sedang berusaha untuk mereproduksi terorisme ISIS untuk menyerang Suriah dan Irak agar melemahkan negara-negara poros perlawanan. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan teroris ISIS dibebaskan dari penjara-penjara Amerika di Abulhol dan tempat-tempat lain.

Imam Jumat Bagdad di bagian akhir penyataannya berkata: "Kami adalah anak-anak Imam Husain a.s. dan tidak akan menyerah kepada musuh. Selama ini, ribuan pemuda Irak bertanya kepada saya kapan waktu untuk pergi ke tanah yang terjajah dan melawan penjajah secara langsung; tetapi di sisi lain, dalam berita kami mendengar bahwa tentara Zionis sedang melarikan diri dari medan perang."

Disebutkan media berbahasa Ibrani baru-baru ini menerbitkan gambar Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Sistani dan memperkenalkannya sebagai target pembunuhan rezim Zionis, yang memicu kemarahan dunia Syiah.