Tehran, Parstoday- Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis menyampaikan pidato di Kongres Amerika Serikat baru-baru ini, di saat rezim Zionis selama berbulan-bulan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida di Gaza, yang memicu banyak reaksi di dunia, termasuk dari media Iran.
Reaksi Pezeshkian terhadap Pidato Netanyahu di Kongres AS
Situs Hamshahri Online dalam sebuah artikel yang mengutip surat kabar Ha'aretz Israel menyinggung tepuk tangan yang terus-menerus selama pidato Netanyahu dan pada saat yang sama protes keras terhadapnya di luar Istana Kongres AS, dan menulis, "Tepuk tangan yang antusias ini dapat menimbulkan kesan bahwa ia berhasil menarik perhatian mengenai dukungan yang diperlukannya di Kongres AS. Namun faktanya, puluhan legislator Partai Demokrat malah tak mendengarkan ucapannya. Beberapa pihak, termasuk Senator Bernie Sanders menyebut Netanyahu sebagai penjahat dan pembohong". Dalam artikel tersebut, situs Hamshahri juga menyinggung cuitan presiden terpilih Iran, Masoud Pezeshkian mengenai pidato Netanyahu di Kongres AS.
Menanggapi tepuk tangan dari beberapa anggota Kongres AS, presiden terpilih Iran, Masoud Pezeshkian di laman X-nya menulis, “Kejahatan membunuh orang yang tidak bersalah dan anak-anak yang tidak berdaya tidak bisa diabaikan, dan seorang penjahat juga tidak bisa diakui berdasarkan sorak-sorai tepuk tangan meriah. Darah orang yang tidak bersalah tidak akan pernah membiarkan penindasnya.
سَیعلَمُ الّذینَ ظَلَموا أَی مُنقَلَبٍ ینقَلِبونَ"
Mengapa Pajak Pekerja Amerika Dikucurkan ke Tangan Tentara Israel?
Surat kabar Donya-e Eghteshad menulis, "Para pekerja otomotif United American Union (UAW) berkumpul di depan Gedung Putih untuk memprotes pidato Netanyahu di Kongres negara ini. Serikat pekerja yang menjadi bagian dari Jaringan Upaya Gencatan Senjata Nasional Gaza mengumumkan bahwa mereka telah bergabung dengan para pengunjuk rasa agar pajak pekerja tidak dikucurkan ke tangan tentara Israel. Dalam pertemuan umum ini, para buruh memegang plakat bergambar Netanyahu berwarna hitam, merah dan berdarah, yang berisi tuntutan agar dia dilarang menghadiri pertemuan di kongres AS.
Pidato Netanyahu, Pidato Terburuk Pejabat Asing di Kongres AS
Dalam laporannya, Kantor Berita Mehr mengkritik beberapa pejabat Amerika Serikat tentang kehadiran Netanyahu di Kongres AS. Mehr menulis dalam laporan ini "Nancy Pelosi, mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, mengkritik keras kurangnya kemajuan dalam perjanjian pertukaran sandera antara rezim Zionis dan Hamas, dan menggambarkan pidato Benjamin Netanyahu di Kongres sebagai pidato terburuk pejabat asing”. Pelosi menulis dalam pesannya di saluran X, "Presentasi Benjamin Netanyahu di Kongres hari ini adalah presentasi terburuk dari seorang pejabat asing yang mendapat kehormatan untuk berbicara di Kongres Amerika Serikat."
342/