Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, pernyataan Al-Hashd al-Shaabi menyatakan, "Agresi Amerika telah mengakibatkan syahidnya 16 orang dan melukai 36 lainnya." Al-Hashd al-Shaabi juga menekankan, “Agresi Amerika ini jelas merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan serangan terhadap aparat keamanannya.”
“Kami menyatakan kesiapan Al-Hashd al-Shaabi untuk melaksanakan segala perintah Komando Umum Angkatan Bersenjata untuk melindungi kedaulatan Irak dan keutuhan wilayahnya.” Tambah pernyataan tersebut.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan peluncuran serangan terhadap posisi di Suriah dan Irak Sabtu (3/2). Amerika Serikat mengklaim bahwa serangan ini dilakukan sebagai pembalasan atas terbunuhnya tiga tentara negara ini di sebuah pangkalan di timur laut Yordania.
Yahya Rasool, juru bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak membenarkan serangan AS di barat negaranya pada Sabtu pagi dan mengklarifikasi bahwa serangan tersebut melanggar kedaulatan dan bertujuan untuk melemahkan pemerintah Bagdad guna membangun stabilitas di negara tersebut.