Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, sumber media mengumumkan serangan drone Perlawanan Islam Irak terhadap pangkalan Amerika "Harir" di Provinsi Erbil di Wilayah Kurdistan di Irak utara. Berdasarkan laporan ini, Perlawanan Islam Irak mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagai kelanjutan perlawanan kami terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayah tersebut dan sebagai tanggapan atas kejahatan rezim Zionis di Gaza, Mujahidin Perlawanan Islam menargetkan Amerika. Pangkalan Harir di Erbil dengan serangan drone.
Setelah serangan drone ini, asap api membubung ke udara dari dalam pangkalan Harir. Rincian korban dalam serangan ini belum dirilis. Pada Sabtu malam (30/12), Perlawanan Islam Irak menargetkan pangkalan Amerika di Harir, yang merupakan lokasi tentara Amerika di Irak utara, dengan serangan pesawat tak berawak.
Sebelumnya, dalam penyerangan kelompok perlawanan Irak di pangkalan Harir, tiga tentara Amerika terluka, salah satunya dalam kondisi kritis. Pangkalan Harir di kota Erbil, pusat wilayah Kurdistan Irak, merupakan lokasi militer Amerika, yang berperan sebagai koridor Irak-Suriah bagi Washington, karena minyak dan gandum curian dari Suriah dipindahkan ke pangkalan ini.
Perlawanan Islam Irak sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka akan mengintensifkan serangannya terhadap pangkalan-pangkalan Washington di wilayah tersebut untuk mendukung bangsa Palestina dan karena keterlibatan Amerika dalam pembunuhan dan kejahatan terhadap mereka.
Penekanan perlawanan Irak terhadap kelanjutan serangan adalah pada situasi dimana sejak minggu-minggu pertama Pertempuran al-Aqsa, perlawanan Irak telah mengambil tindakan untuk mendukung Palestina dan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di Irak dan Suriah dengan rudal dan drone, sehingga jumlah serangan ini meningkat hingga lebih dari 100 operasi.