Surat kabar Yedioth Ahronoth, Senin (27/11/2023) melaporkan krisis di tubuh Angkatan Darat Rezim Zionis, dan mengatakan setengah pasukan dari sebuah unit militer yang ditempatkan di Gaza, menolak bertugas setelah dua perwira mereka dipecat. Menurut koran Israel, di puncak operasi darat di Gaza, pasukan sebuah unit militer Zionis, diterjunkan untuk menghadapi Hamas, tapi mereka tidak mendapatkan dukungan artileri. Oleh karena itu, katanya, masalah ini menyebabkan pasukan unit militer Israel, itu mundur dari lokasi peperangan karena mendapat serbuan hebat pasukan Hamas. Setelah mundurnya pasukan Israel, tersebut pejabat Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, memecat Komandan Brigade, dan deputinya, sehingga memicu protes anggota unit militer tersebut. Setelah itu, setengah pasukan unit tempur Rezim Zionis, tersebut memutuskan untuk meninggalkan tempat bertugas mereka. Akan tetapi, para pejabat tinggi Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, mengklaim pasukan dari unit-unit tempur lain sudah didatangkan untuk memenuhi kekosongan.
342/