Luiz Inacio Lula da Silva, Kamis (24/8/2023) seperti dikutip
stasiun televisi Al Jazeera mengatakan, "BRICS akan terus melanjutkan
upayanya untuk menciptakan tatanan dunia berlandaskan perdamaian, dan
multilateralisme."
Pada pertemuan puncak di Afrika Selatan, para pemimpin BRICS
membahas bagaimana mengubah kelompok yang menyumbang seperempat
perekonomian global ini menjadi kekuatan geopolitik yang dapat menantang
dominasi Barat.
Pada saat yang sama, Lula mengusulkan mata uang bersama untuk
digunakan oleh negara-negara BRICS dalam transaksi komersial
demi mengurangi kerentanan ekonomi mereka.
“Penciptaan mata uang untuk transaksi perdagangan dan investasi di
antara anggota BRICS, akan menambah alternatif pilihan pembayaran kami
dan mengurangi kerentanan kami,” kata Presiden Brasil pada sidang pleno
KTT BRICS.
Ia menambahkan, "Perang Ukraina menunjukkan titik kelemahan dan
kerentanan Dewan Keamanan PBB, dan Brasil selalu menekankan prinsip PBB,
keselamatan dan kedaulatan negara-negara dunia."
Lula da Silva menegaskan, "Orang-orang Yaman, orang Sudan, orang
Suriah, dan rakyat Palestina, semuanya berhak untuk hidup aman dan
selamat."
"Kami di BRICS, mendominasi 41 persen penduduk dunia, dan kami
menghadapi skenario-skenario yang rumit," pungkas Presiden Brasil.
342/