Di antara prestasi terbaru itu adalah drone Mohajer-10 yang dipamerkan bersama dengan pencapaian-pencapaian lainnya.
Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi mengunjungi pameran tersebut pada hari Kamis (22/8/2023) untuk melihat dari dekat Mohajer-10.
Pesawat tanpa awak ini mampu terbang selama 24 jam dengan ketinggian 24.000 kaki (sekitar 7.000 meter) dan menempuh jarak hingga 2.000 km.
Drone Mohajer-10 memiliki kapasitas bahan bakar maksimum 450 liter, dan kapasitas kargo maksimum mencapai 300 kg.
Pesawat tanpa awak ini mempunyai kecepatan maksimum 210 km per jam, dan mampu membawa berbagai jenis amunisi, dan bom dari tipe Ghaem, Almas dan Dastvare.
Drone Mohajer-10 juga dilengkapi dengan sistem-sistem perang elektronik, dan peralatan operasi pengintaian.
Salah satu pencapaian besar dan mengagumkan industri pertahanan Republik Islam Iran adalah perolehan pengetahuan dalam merancang dan memproduksi drone-drone canggih, sehingga negara ini dianggap sebagai salah satu kekuatan drone terbaik dunia.
Program drone Iran dimulai pada tahun 1980-an, dan terus mengalami kemajuan yang semakin pesat. Pembuatan drone ini bertujuan untuk meningkatkan armada intelijen dan tentu saja pengintaian dan identifikasi serta memberdayakan drone untuk melakukan serangan udara.
Pengalaman perang dan konflik militer dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa drone dapat memainkan peran yang signifikan dalam menentukan hasil perang.
Berdasarkan hal tersebut, para ahli militer Iran selalu berupaya menggunakan drone untuk menjalankan misi yang berbeda-beda namun dalam bentuk platform dan produk yang relatif seragam, sehingga, selain mengurangi biaya desain dan konstruksi, ada kemungkinan mengubah penggunaan drone dalam waktu singkat dengan mempertimbangkan kebutuhan unit-unit operasional.
Berkat upaya para ahli Angkatan Bersenjata Iran, kini negara ini telah mencapai swasembada dalam hal produksi peralatan militer dan pembuatan peralatan persenjataan untuk menghadapi segala jenis perang militer, dan lebih dari 90 persen peralatan yang dibutuhkan oleh Angkatan Bersenjata Iran dibuat di dalam negeri.
Kemajuan dan kemandirian itu dicapai ketika Republik Islam Iran di bawah tekanan dan sanksi maksimum di sektor ekonomi dan embargo senjata sejak bulan-bulan pertama setelah kemenangan Revolusi Islam, bahkan sanksi ini meningkat dan menyeluruh di berbagai bidang dalam beberapa tahun terakhir.