Dalam serangan ini, Israel mengerahkan 150 kendaraan lapis baja, 1000 pasukan khusus, pasukan tentara dan intelijen, polisi, dan pasukan penjaga perbatasan.
Jet-jet tempur militer Israel pada hari Selasa (4/7/2023) menyerang berbagai daerah di kota Jenin dan kamp Jenin yang terletak di Tepi Barat selama dua hari berturut-turut.
Agresi ini telah menyebabkan setidaknya 10 warga Palestina gugur syahid, dan lebih dari 100 lainnya terluka. 3000 warga Palestina di Jenin juga dipaksa mengungsi. Jumlah syuhada dan korban terluka serta terlantar diperkirakan akan meningkat seiring dengan berlanjutnya serangan.
Pasukan Israel menyerang penduduk Jenin dari darat dan udara. Mereka juga menggunakan bom gas dan gas air mata untuk memaksa warga Jenin meninggalkan rumah-rumah mereka.
Sebelumnya, reporter RT melaporkan bahwa kamp Jenin menyaksikan eksodus paksa dan massal keluarga-keluarga Palestina .Lebih dari 500 keluarga telah meninggalkan kamp tersebut secara terpaksa.
Menurut Mohammad Jarrar, Wali Kota Jenin, tentara Zionis telah dengan sengaja menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di kamp Jenin dan membuat sejumlah besar penduduk di daerah ini mengungsi.
Pejabat-pejabat kota Jenin mengatakan bahwa kehancuran yang disebabkan oleh tindakan tentara Zionis di kamp Jenin mirip dengan kehancuran akibat gempa bumi.
Menurut mereka, pasukan Zionis telah gagal menghadapi kekuatan perlawanan Jenin dan karena alasan ini, mereka melakukan pembunuhan, perusakan dan penghancuran infrastruktur di daerah ini.
Mereka tidak memiliki daftar daerah di mana pasukan perlawanan berada, sehingga mereka mulai merusak jaringan listrik, tangki-tangki dan tandon air di atap rumah dengan membabi buta.
Militer Israel juga menghalangi pengiriman kebutuhan dasar untuk 19.000 warga Palestina di kamp Jenin, yang di antaranya banyak yang sakit dan lanjut usia.
Staf-staf Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres/MSF) di Jenin mengungkap kepalsuan klaim otoritas Zionis bahwa tentara Israel hanya menargetkan infrastruktur militer di kamp Jenin.
Jovana Arsenijevic, koordinator operasi MSF di Jenin mengatakan, Buldoser militer Israel menghancurkan jalan menuju kamp Jenin sehingga menghalangi ambulans masuk ke kamp tersebut untuk menolong pasien dan korban serangan Israel.
Dia menambahkan, meski banyak pasien di kamp Jenin, namun semua jalan menuju ke sana ditutup, dan ambulans menghadapi masalah, sementara para pasien ini sangat membutuhkan perawatan kesehatan segera.