Menurut Kantor Berita ABNA, Batalion Al-Qassam mengeluarkan pernyataan tentang bentrokan hari ini di kota Jenin antara tentara rezim pendudukan Zionis dan pejuang perlawanan Palestina dengan mengatakan, “Menyusul serangan tentara musuh zionis di kubu Jenin, mujahidin heroik kita berhasil melakukan operasi penyergapan. Front perlawanan telah memukul mereka dengan keras.”
Saraya al-Quds, cabang militer Jihad Islam Palestina, juga mengumumkan, “Menanggapi agresi dan serangan biadab tentara rezim pendudukan Zionis di kamp Jenin, dengan kehendak dan kekuatan ilahi, kami mengumumkan operasi "Bas al- Ahrar" (Kekuatan Bebas).”
Dalam kelanjutan dari pernyataan ini, disebutkan, “Kami menekankan kelanjutan pertempuran dan meyakinkan rakyat Palestina dan masyarakat umum tentang perlawanan bahwa moral para pejuang kami berada dalam kondisi terbaik dan dengan pertolongan Allah, Mujahidin kami akan memilikinya di atas angin di lapangan dan yang dilihat musuh hanyalah sebagian kecil saja, itu dari persiapan prajurit-prajurit kita.”
Pernyataan ini menambahkan, “Mujahidin kami, dalam kerangka operasi "Bas Al-Ahrar" (Kekuatan Bebas), mampu menargetkan helikopter penyerang rezim pendudukan Israel di lingkungan Al-Jabriyat di kamp Jenin, yang sedang terbang pada ketinggian rendah, dan memaksanya terbang keluar dari zona udara.”
Disebutkan, Pejuang Palestina bentrok dengan tentara Israel yang menyerang kamp Jenin di Tepi Barat Senin pagi ini.
Batalyon Jenin, yang berafiliasi dengan Saraya Al-Quds, cabang militer Gerakan Jihad Islam Palestina, mengumumkan bahwa para pejuang batalion ini dapat menembak pasukan Zionis dan kendaraan militer serta meledakkan bom di beberapa sumbu dalam perjalanan mereka, yang mana menimbulkan korban di kalangan tentara Zionis.
Sumber rezim Zionis juga mengatakan bahwa sedikitnya 7 tentara zionis terluka dalam bentrokan dengan pejuang Palestina dan ledakan bom tersebut. Mengikuti intensitas bentrokan, tentara Zionis mengirim helikopter Apache ke langit Jenin.