11 April 2023 - 14:30
Niat Melantunkan Al-Qur'an adalah untuk Menambah Imam dan Rasa Takut kepada Allah Swt

“Membaca dan mendengarkan Al-Qur'an adalah tindakan wajib dan perlu. Keimanan kepada Tuhan dan landasan untuk mendapatkan rahmat Tuhan yang memungkinkan untuk merenungkan ayat-ayat Ilahi, adalah diantara motivasi dari membaca Al-Qur’an, oleh karena itu, seseorang harus bersungguh-sungguh dalam membaca dan mendengarkan Al-Qur’an."

Menurut Kantor Berita ABNA, telah menjadi tradisi di Iran sepanjang Ramadhan hari-harinya diisi dengan membaca Al-Qur’an, baik melalui majelis qiraah Al-Qur’an yang digelar di masjid-masjid, husainiyah dan banyak tempat, maupun dilakukan dengan sendiri-sendiri. 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, sejak awal bulan Ramadhan telah mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakan momentum bulan Ramadhan untuk mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an. Rahbar sendiri hadir setiap harinya pada Majelis Qiraah yang digelar di Husainiyah Imam Khomeini di Tehrab, yang juga turut dihadiri sejumlah qari terkemuka, profesor dan penggiat Al-Qur'an,  ulama, pejabat pemerintah dari militer dan kepolisian dan lapisan masyarakat secara umum. 

Dalam majelis tilawah Al-Qur’an yang digelar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengingatkan untuk pertemuan pengajian Al-Qur'an juga dibaca dengan terjemahannya bahkan jika diperlukan adalah juga menyebut tafsir ayat untuk menyampaikan konsep dan tema bacaan. Tujuan penyampaian terjemahan dan tafsir dari ayat-ayat tertentu, agar hadirin dapat mengambil manfaat lebih banyak dari majelis Alquran bukan hanya mendapatkan pahala dari bacaan dan mendengarkan lantunan Al-Qur’an tapi juga menambah wawasan Qur’ani mereka.

Ayatullah Khamenei mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Iran atas kehadiran banyak qari yang luar biasa, qari yang dibaca dengan baik dan benar, yang akrab dengan metode bacaan yang baik. Ia berkata, “Menurut laporan, pertumbuhan indeks Al-Qur'an di negara ini lebih tinggi dari semua indeks lainnya, yang merupakan kepuasan mendalam.”

Ayatullah Khamanei lebih lanjut menganggap para penghafal Al-Qur'an memiliki misi dan posisi yang menonjol dan terhormat karena penyampaian risalah Allah ke hati orang-orang. Ia berkata, “Membaca dan mendengarkan Al-Qur'an adalah tindakan wajib dan perlu. Keimanan kepada Tuhan dan landasan untuk mendapatkan rahmat Tuhan yang memungkinkan untuk  merenungkan ayat-ayat Ilahi, adalah diantara motivasi dari membaca Al-Qur’an, oleh karena itu, seseorang harus bersungguh-sungguh dalam membaca dan mendengarkan Al-Qur’an."

Dalam kaitan ini, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam mengimbau masyarakat umum untuk membaca satu halaman Alquran setiap hari.

Ayatullah Khamenei menganggap kurangnya keakraban umat Islam dengan bahasa Al-Qur'an sebagai kendala dalam memahami konsep-konsep Al-Qur’an, karenaya ia menekankan, “Para ahli dan aktivis Al-Qur'an harus menemukan cara untuk ini agar isu-isu dan tema-tema luhur dari ayat-ayat itu sampai ke telinga pendengar bacaan.”

Dia menunjukkan, “Semua masjid harus menjadi basis populer untuk membaca dan mendengarkan Al-Qur'an dan memberikan terjemahan dan tafsir dari ayat-ayat yang dibacakan.”

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam menyebut Al-Qur'an sebagai kitab hikmah, pelajaran dan kehidupan. Ia berkata, “Al-Qur’an penuh kebijaksanaan dan kebijaksanaan dalam semua bidang hubungan pribadi, keluarga, sosial, pemerintahan dan bahkan internasional, yang harus dipelajari dan diterapkan. Alhamdulillah, untungnya hari ini semua infrastruktur yang diperlukan untuk pekerjaan ini tersedia.”

Ayatullah al-Uzhma Ali Khamenei juga merekomendasikan para qari untuk melakukan pelafalan yang efektif. Ia berkata, “Tujuan dari beberapa qari adalah memamerkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan langgam yang indah, sebagaimana yang terlihat dalam pelafalan beberapa pelafal eksternal, mereka kebanyakan berusaha memamerkan nada dan metode pelafalan kepada pendengar bahkan diantara mereka menambahkan dengan penggunaan musik agar lebih menarik. Namun metode ini bukanlah pengajian yang diinginkan.”

“Dalam jenis pembacaan ini, sejak awal, niat Anda harus mempengaruhi penonton, dan dalam hal ini, qari itu sendiri pertama-tama harus dipengaruhi dengan membaca Al Quran.” Tegasnya. 

Ayatulah Khamenei menganggap penggunaan metode tertentu yang tepat dan non-ekstrim dalam membaca Al-Qur'an memiliki efek pada pendengar, dan menekankan bahwa membaca Al-Qur'an adalah seni yang hebat. Imam Ali Khamanei memesankan, “Perhatikan bahwa Anda melafalkan ini dengan nada apa pun, lakukan dengan maksud mempengaruhi pendengar.”

Di akhir acara dari majelis qiraah Al-Qur’an yang dihadiri Rahbar, dilakukan shalat Maghrib dan Isya yang diimami oleh Ayatullah Sayid Ali Khamanei.