Keputusan kabinet Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu untuk mengubah sistem peradilan Israel baru-baru ini menyebabkan protes besar-besaran.
Presiden Rezim Zionis Isaac Herzog di laman Twitter-nya hari Jumat (31/3/2023) menyerukan kepada pemukim Zionis supaya memberikan kesempatan untuk bernegosiasi di antara partai-partai oposisi dan koalisi kabinet saat ini tentang rencana reformasi yang kontroversial.
"Saya tahu ada begitu banyak keraguan. Saya tahu ada permusuhan dan ketidakpercayaan, tetapi penting untuk melihat kenyataan dan memberikan kesempatan nyata untuk bernegosiasi," cuit Herzog di akun Twitternya.
"Israel menghadapi tantangan serius di bidang keamanan, ekonomi dan sosial," tegasnya.
Meskipun Netanyahu telah mengumumkan penundaan sementara inisitif reformasi peradilan yang kontroversial, tapi aksi demonstrasi dan pemogokan nasional di Israel terus berlanjut.(PH)
342/