Sejak berkuasa, koalisi sayap kanan yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu telah mengambil tindakan dan keputusan yang menyulut eksalasi konflik internal di tubuh Israel. Bahkan, Presiden Israel, Isaac Herzog mengkawatirkan terjadinya perang saudara.
Situs Al Jazeera hari Selasa (14/3/2023) melaporkan, Isaaq Herzog, Presiden Rezim Zionis kembali mengulangi kata-katanya mengenai krisis internal Israel, dengan mengatakan, "Perselisihan saat ini di tubuh Israel mengenai reformasi yudisial membahayakan kita semua."
"Friksi ini dapat menimbulkan konsekuensi diplomatik, ekonomi, sosial dan keamanan yang berbahaya bagi Israel," ujar Herzog.
Presiden rezim Zionis juga mengakui bahwa Israel saat ini berada dalam situasi yang sangat buruk.
Beberapa hari lalu, Isaac Herzog mengumumkan bahwa Israel sedang menghadapi krisis yang mengancam eksistensinya.
"Saya melihat protes, keprihatinan dan ketakutan mengenai dampak reformasi peradilan yang bisa membawa kita ke jurang yang sulit, jika kita dapat mencapai solusi melalui kesepakatan," ungkap Herzog.
Selama beberapa pekan terakhir, puluhan kota dari utara hingga selatan Palestina pendudukan, termasuk Tel Aviv, Haifa, Quds, Beersheba, Rishon Letzion, dan Herzliya, menjadi tempat demonstrasi menentang kabinet sayap kanan Netanyahu.(PH)
342/