Hubungan Rusia dan AS semakin tegang sejak meletusnya perang Ukraina di bulan Februari lalu. Kedua pihak saling menjatuhkan sanksi keras dan pengamat juga memperingatkan ancaman perang nuklir antara dua kekuatan nuklir dunia ini.
Seperti dilaporkan IRNA Selasa (27/12/2022), Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow dan Washington tidak dapat mengambil jalur dialog normal, karena tidak mungkin mempertahankan perundingan normal dengan pemerintah Joe Biden yang menyatakan salah satu tujuannya adalah mengalahkan Rusia.
"Pendekatan permusuhan dan anti-Rusia Washington menjadi semakin akut dan menyebar dari hari ke hari," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Rusia selalu menjelaskan kepada Amerika bahwa pengurangan hubungan pemerintah yang disengaja bukanlah gaya dan konteks negara ini. Dia memperingatkan,"Dalam situasi apa pun, sebagai suatu peraturan, kami bertindak berdasarkan prinsip "perlawanan serupa", yang tidak harus mengikuti pola simetris."
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menjelang tahun baru menyatakan bahwa Putin tidak berencana mengucapkan selamat tahun baru kepada sejawatnya dari AS, Joe Biden, karena level hubungan saat ini antara Moskow dan Washington tenggelam dalam permusuhan, di mana tidak ada waktu untuk memberikan ucapan selamat. (MF)
342/