Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian di akun Twitternya Jumat (23/12/2022) malam mengatakan, "Dalam pertemuan dengan Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa telah setuju untuk mengambil langkah terakhir dari perjanjian nuklir,".
Menteri Luar Negeri Iran mengklarifikasi bahwa jendela kesepakatan di pihak Iran tidak terbuka selamanya.
Di bagian lain statemennya, Menlu Iran menyinggung sepak terjang AS dengan mengungkapkan, "Tragedi Guantanamo maupun Abu Ghraib, juga kejahatan lain terhadap perempuan dan anak-anak di Yaman dan Afghanistan, tidak mengizinkan Amerika untuk menasehati pihak lain,".
Sebelum dan sesudah pertemuan dengan pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa, menteri luar negeri Iran juga telah menulis bahwa pertemuannya dengan pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa berlangsung transparan, bersahabat dan konstruktif.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran telah menyampaikan harapannya agar dilakukan perubahan dalam pendekatan realistis pihak Amerika dalam masalah JCPOA, mengingat pendekatan konfrontatif Washington dalam tiga bulan terakhir.(PH)
342/