Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang ulama marja taklid Syiah Ayatullah al-Uzhma Jawadi Amuli yang bermukim di Qom, dalam pertemuan dengan Prof. Dr. Rd. Mulyadhi Kartanegara, Guru Besar Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan mengenai pentingnya filsafat Islam di dunia kontemporer.
Pakar tafsir Al-Qur’an ini mengatakan, “Karena prinsip filsafat adalah pandangan dunia dan kita adalah bagian dari dunia, pengetahuan diri adalah salah satu masalahnya. Siapa saya, dari mana saya berasal, ke mana saya pergi dan apa yang saya miliki adalah pertanyaan-pertanyaan fundamental yang bisa dijawab oleh filsafat.”
Ayatullah Jawadi Amuli menambahkan, “Filsafat menegaskan akan terjadinya ma’ad yang merupakan akhir kehidupan. Apa kewajiban manusia dalam kehidupan? Filsafat pula yang menentukan, masalah wahyu ditegaskan oleh filsafat, masalah kebangkitan dibenarkan oleh filsafat, yang terpenting, hubungan antara manusia dan dunia yang ditentukan Tuhan juga ditegaskan oleh filsafat; Tetapi filsafat harus dipelajari melalui Al-Qur’an."
Ayatllah Jawadi Amuli, mengacu pada kelangsungan tugas organ manusia dalam kehidupan akhirat mengatakan, ”Tangan yang dimasa dunia melakukan kesalahan, memberi atau menerima suap, ketika memasuki pengadilan ilahi, pada hari tanya jawab, ketika Tuhan bertanya melalui para nabi dan malaikat-malaikat, apa yang kamu lakukan, maka tangan akan memberi kesaksian, meskipun kita menolak atau mengingkarinya.”
Guru besar filsafat Hauzah Ilmiah Qom ini menambahkan, “Jika pandangan seperti itu terbentuk pada seseorang bahwa tangan itu hidup dan memahami dan memelihara sesuatu, dan setia dalam pemeliharaan ini dan merupakan juru bicara Tuhan di pengadilan, tubuh akan mengerti, bumi akan bersaksi, tangan dan kaki akan bersaksi, maka orang tersebut tidak akan tersesat, tidak pergi dan tidak akan menghalangi jalan siapapun.”
Prof. Dr. Rd. Mulyadhi Kartanegara adalah guru besar filsafat Islam lulusan Chicago yang menjabat sebagai staf ahli pada Yayasan Madania, serta sebagai dosen di berbagai universitas dan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Diantaranya ia menjadi guru besar dan dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Indonesia serta program Pascasarjana Islamic College for Advanced Studies (ICAS) cabang London yang ada di Jakarta. Kini ia juga aktif sebagai direktur di Center of Islamic Philosophical Studies and Information (CIPSI) Jakarta.
Pada bulan November lalu, Prof. Mulyadhi melakukan perjalanan ilmiah ke Iran. Selama di Iran dia menyampaikan kuliah umum di sejumlah universitas dan juga melakukan kunjungan ilmiah kesejumlah ulama di Iran, di antaranya melakukan pertemuan dengan Ayatullah Jawadi Amuli.