Presiden Rezim Zionis, Isaac Herzog hari Minggu melakukan perjalanan ke Manama untuk membahas proses normalisasi hubungannya dengan rezim Al Khalifa.
Pada saat yang bersamaan warga Bahrain mengutuk kunjungan Herzog ke Bahrain dengan mengibarkan bendera Bahrain dan Palestina dan melantunkan slogan-slogan anti-Zionis.
Ahmad Kharis, salah seorang pejabat Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Iranpress hari Minggu (4/12/2022) mengatakan bahwa kunjungan Herzog ke Bahrain adalah pengkhianatan rezim Al Khalifa terhadap Palestina.
"Rezim Arab harus hati-hati memeriksa posisi politik mereka dan menghentikan jalan bencana untuk menormalkan hubungan dengan Israel yang membahayakan Bahrain dan semua orang Arab," ujar Kharis.
"Normalisasi hubungan dengan Israel hanya akan menyeret Bahrain dan negara-negara Arab lainnya ke tepi jurang kehancuran, karena rezim Zionis hanya berusaha menjarah dan mengendalikan sumber daya negara-negara Arab," tegasnya.
Pada September 2020, Bahrain dan Uni Emirat Arab dengan mediasi AS menandatangani dua perjanjian untuk menormalkan hubungan dengan rezim Zionis.(PH)
342/