Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Nabil Qawoq, anggota Dewan Pusat Hizbullah, membaca pesan Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah di Lebanon, pada upacara pembukaan Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-36 yang digelar di Tehran, ibukota Republik Islam Iran Rabu (12/10).
Sekretaris Jenderal Hizbullah menyatakan dalam pesan tersebut, “Konferensi kita diadakan hari ini dalam situasi di mana tantangan dan ancaman telah melanda kawasan dan pendudukan dan hegemoni asing telah menargetkan keberadaan, identitas, martabat, dan kemerdekaan kita.”
Sayid Hassan Nasrallah lebih lanjut menekankan, “Pemerintah Amerika berusaha melemahkan bangsa Islam dengan menciptakan perpecahan dan memicu perang, menggunakan terorisme takfiri, menjarah kekayaan mereka dan menghancurkan negara kita.”
“Pemerintah pengkhianat bangsa, yang telah menjadi alat untuk melaksanakan proyek-proyek musuh, juga membantu rezim yang arogan dengan dengan cara ini.” Tambahnya.
Sekjen Hizbullah Lebanon, merujuk pada ayat, واعتصموا بحبل الله جمیعا و لاتفرقوا و اذکروا نعمة الله نعمة الله علیکم berkata, “Allah SWT telah memberkati umat Islam dengan persatuan dan telah menjalin persaudaraan dan kasih sayang di antara mereka. Karena itu kita harus menjauhi perselisihan dan perpecahan dan menjalankan perintah Allah Swt ini dengan memperkuat persatuan sesama muslim.”
Sayid Nasrallah juga menyatakan bahwa jika ada kelemahan hari ini, itu adalah hasil dari perpecahan. “Jika kekuatan musuh terletak pada perpecahan di antara kita, maka kita harus bersatu satu sama lain karena persatuan kita adalah benteng yang terkuat bagi kita dan jaminan kita menuju kemajuan dan kemakmuran.” Tegasnya.
Pemimpin perlawanan Lebanon tersebut lebih lanjut mencatat bahwa martabat, kebebasan dan kemenangan akan lengkap hanya ketika Yerusalem dibebaskan karena itu adalah masalah utama bangsa Islam.
Menyatakan bahwa setiap persatuan yang tidak sejalan dengan dukungan Quds mencurigakan dan tidak ada hubungannya dengan Islam. Melalui pesan tertulisnya, Sekjend Hizbullah berkata, “ Hari ini kita menyaksikan mundurnya hegemoni Amerika di kawasan dan dunia, dan yang terbaru dari kemunduran ini adalah kekalahan mereka di Irak, Afghanistan dan tenggelam di rawa perang Ukraina.
Sayid Hassan Nasrallah, mengacu pada embargo AS dan Uni Eropa yang diterapkan pada Iran, Venezuela, Rusia dan lain-lain, menekankan, “Hari ini, intrik mereka telah kembali ke diri mereka sendiri dan mereka berada dalam situasi krisis minyak dan ekonomi terburuk.”
Dia melanjutkan dengan menekankan perlunya persatuan umat Islam ke arah perlawanan, menyatakan bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk memotong tangan musuh, untuk membebaskan Palestina dan kota suci Al-Quds dan untuk mengembalikan kemuliaan dan kebesaran misi Rasulullah Saw.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Libanon menyatakan, “Posisi asli kami adalah mendukung Republik Islam Iran dalam konfrontasinya dengan Amerika Serikat, Israel dan sekutu mereka, dan menyerukan akar konfrontasi dengan rezim perampas Zionis dan upaya untuk mendukung pembebasan Palestina.”
Dia juga menyerukan ulama Islam dan parlemen untuk sanksi dan kriminalisasi normalisasi hubungan dengan musuh Israel dan untuk mendukung mereka dalam Yudaisasi Yerusalem dan mengakhiri masalah Palestina. Pemimpin perlawanan Lebanon juga mengumumkan dukungannya yang terus-menerus untuk perlawanan bangsa Palestina dan menekankan, “Hari ini kita menghadapi musuh bersama dalam pertempuran yang sama dan kita bergerak menuju takdir bersama.”
Sambil mendukung tuntutan bangsa Yaman dalam mencabut blokade dan menghadapi musuh Amerika-Saudi, Sayid Hasan Nashrallah berkata, “Kami berjabat tangan dengan orang-orang tertindas Bahrain dalam mendukung perlawanan mereka dan menghadapi proyek normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.
Sayid Hasan Nasrallah juga menekankan, “Kami juga mendukung rakyat Irak dalam menghadapi terorisme Takfiri dan hegemoni Amerika.”
Dalam kelanjutan pesan tertulisnya, Sekjend Hizbullah menggambarkan takfirisme sebagai kejahatan mutlak terhadap Islam dan ancaman bagi persatuan umat. Ia menyatakan, “Hari ini, lebih dari hari-hari lainnya, kita membutuhkan jihad penjelasan untuk mempersenjatai umat Islam melawan senjata kesesatan dan tipu daya para musuh, dan masing-masing kita dituntut menempatkan jihad ini sebagai proritas utama.”
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa saat ini poros perlawanan hadir di area seluas 2,5 juta kilometer dan mengatakan, “Negara-negara poros perlawanan memiliki kekayaan minyak yang melimpah dan memiliki kemampuan ilmiah dan ekonomi yang baik.”
Di akhir pidatonya, dia menyatakan bahwa Republik Islam Iran adalah pemerintahan Islam yang tengah berusaha menjalankan misi Nabi Muhammad saw. Ia berkata, “Kami memohon kepada Allah Swt untuk menjaga umur dan kehormatan Imam Khamenei dan memungkinkan kami untuk bergerak di belakangnya dalam jihad besar ini serta menyaksikan kebebasan banyak negara Islam.”
Disebutkan upacara pembukaan Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-36 pada Rabu (12/10) yang diadakan di Aula KTT di Teheran, ibukota Republik Islam Iran, dibuka secara resmi oleh Presiden Iran Hujjatul Islam wa Muslimin Dr. Sayid Ibrahim Raisi. Konferensi yang diadakan oleh Lembaga Internasional Pendekatan antar Mazhab Islam ini menghadirkan ratusan ulama dan cendekiawan dalam berbagai mazhab Islam dari berbagai negara. Konferensi digelar dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad saw.