Al-Mayadeen mengutip surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz hari Rabu (12/10/2022) melaporkan, "Ketakutan Israel terhadap Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon bisa dibenarkan, karena Israel tahu berapa harga perang yang dipertaruhkan melawan dia."
"Ada fakta yang jelas bahwa Hizbullah telah menciptakan pencegahan terhadap Israel," tulis Haaretz.
Ini bukan pertama kalinya otoritas dan media rezim Zionis mengakui kekalahan melawan kekuatan Hizbullah dan Sekretaris Jenderalnya, terutama setelah dimulainya negosiasi mengenai perbatasan laut antara Lebanon dan Israel. Dalam hal ini, Benjamin Netanyahu, mantan Perdana Menteri rezim Zionis dan ketua partai oposisi Likud mengecam keras Perdana Menteri rezim Zionis, Yair Lapid, dan menyebut penyelesaian perjanjian perbatasan laut dengan Lebanon sebagai pengakuan kekalahan bersejarah kepada Hizbullah.
"Saya ingin mengingatkan Lapid bahwa pekerjaan pembangunan di bidang ini dimulai lima tahun lalu dan kami tidak pernah bermimpi mendapatkan izin dari Nasrullah untuk mengeksploitasinya," ujar Netanyahu.
Istana Kepresidenan Lebanon hari Selasa mengumumkan bahwa versi final dari kesepakatan tentang demarkasi perbatasan laut selatan telah memuaskan dan memenuhi tuntutan Lebanon.
Pada Selasa malam, Sayid Hassan Nasrullah berbicara tentang demarkasi perbatasan laut antara Lebanon dan rezim Zionis, dengan mengatakan, "Kita berada dalam masa kritis, dan otoritas yang harus mengumumkan posisi resmi Lebanon adalah Presiden Michel Aoun. Kami sedang menunggu posisi resmi dari pemerintah,".
342/