Dikutip Reuters, Senin (10/10/2022), Kementerian Energi Ukraina mengumumkan, serangan rudal hari Senin ke pembangkit termal, dan gardu listrik, memaksa Ukraina menangguhkan ekspor listrik mulai 11 Oktober untuk menstabilkan sistem energinya."
Menteri Energi Ukraina Herman Halushchenko mengatakan, serangan rudal terbaru Rusia, ke sistem energi negara ini merupakan serangan terbesar sepanjang perang.
Dalam sebuah wawancara televisi ia menjelaskan bahwa serangan ini dilakukan terhadap seluruh rantai pasokan listrik Ukraina, untuk menciptakan kesulitan dalam distribusi.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya memerintahkan serangan balasan rudal ke Kiev atas sabotase ke jembatan Crimea yang dilakukan Ukraina beberapa hari lalu. (HS)
342/