Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi sanksi baru AS terhadap negaranya hari Sabtu (8/10/2022) dengan mengatakan, "Setiap hari, daftar sanksi baru terhadap Iran diterbitkan, dan kali ini menteri dalam negeri, menteri komunikasi dan lima pejabat Iran lainnya menjadi sasaran sanksi pemerintah AS."
"Tentu saja, sebelum daftar tujuh orang menteri dan tokoh Iran ini, diterbitkan AS, bangsa Iran menjadi sasaran sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sebuah negara selama ratusan kali oleh rezim Amerika," ujar jubir kemenlu Iran.
"Pada 6 Oktober, dalam aksi terbarunya untuk mendukung kerusuhan di Iran, Departemen Keuangan AS mengumumkan nama-nama tujuh pejabat, termasuk Menteri Komunikasi Iran dalam daftar sanksi baru," tegasnya.
Jubir kemenlu Iran mengungkapkan bahwa sanksi kejam Amerika Serikat telah menargetkan mata pencaharian, pekerjaan, kesehatan dan kehidupan normal rakyat Iran.
"Bahkan anak-anak yang menderita penyakit kronis seperti MS juga tidak luput dari sanksi sepihak, ilegal dan kejam Amerika Serikat. Sanksi menjadi unsur utama hak asasi manusia ala Amerika," pungkasnya.(PH)
342/